Bimbingan Bertanam Bawang Putih Dalam Polibag Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga Di Saat Pandemi Corona

  • Daryanti Universitas Tunas Pembangunan
  • Agus Budiyono Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
  • R. Soelistijono Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
  • Sapto Priyadi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
  • Achmad Fatchul Aziez Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Abstract views: 43 , Artikel downloads: 29
Keywords: bawang putih, polibag, konsumsi keluarga

Abstract

Bawang putih banyak dibutuhkan masyarakat di Indonesia. Kebutuhan bawang putih tinggi tetapi produksi dalam negeri tidak mencukupi sehingga selalu impor. Harga bawang putih di pasaran di saat-saat tertentu melonjak tinggi. Untuk itu perlu upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam  memenuhi kebutuhan bawang putih dengan cara menanam sendiri bawang putih di halaman rumah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan dan pelatihan bertanam bawang putih dalam polibag. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di  Sorogenen, Kelurahan Jagalan, Surakarta pada bulan Mei – Agustus 2020. Peserta  terdiri dari ibu-ibu  pengurus Pokja III PKK Kelurahan Jagalan. Materi penyuluhan tentang mengenal tanaman bawang putih, manfaat bawang putih bagi kesehatan dan teori tentang cara bertanam bawang putih dalam polibag. Kegiatan praktek meliputi cara penyiapan media, cara memilih bibit yang baik, cara menanam, pemeliharaan dan panen. Kepada peserta diberikan paket berupa bahan media tanam, polibag, sprayer, benih bawang putih varietas Lumbu Putih (varietas dataran rendah) untuk ditanam di rumah masing-masing. Tim pengabdian melakukan monitoring perkembangan tanaman peserta.   Dari hasil kegiatan ini disimpulkan :  ada peningkatan pengetahuan peserta tentang bawang putih dan manfaatnya untuk kesehatan, peserta bisa melakukan penyiapan media, penanaman, pemeliharaan dengan benar. Ibu-ibu  mampu bertanam bawang putih dalam polibag di rumah masing-masing dengan baik.  Umbi bawang putih hasil panen para peserta berukuran kecil (diameter umbi 1-2 cm) tidak membentuk siung atau berupa bawang tunggal tetapi mempunyai aroma yang lebih tajam dibanding bawang impor.

Published
2021-01-14