ANALISIS PEMANFAATAN SERBUK BATA RINGAN, ABU AMPAS TEBU DAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN STRUKTURAL
Abstrak
Pertumbuhan infrastruktur sejalan dengan pertumbuhan sumber daya manusia, semakin banyak penduduk maka akan membutuhkan banyak fasilitas infrastruktur. Infrastruktur konstruksi di Indonesia saat ini mulai fokus pada pembangunan yang mengarah pada penggunaan struktur dengan material yang ringan dan memiliki ketahanan tinggi. Hal ini tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang berada pada cincin api pasifik (Ring of Fire) yang membuat Indonesia rawan terhadap gempa. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian tentang beton ringan yang dapat menanggulangi potensi bahaya tersebut. Penelitian ini menggunakan serbuk bata ringan, abu ampas tebu dan fly ash pada penggantian material beton. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan menciptakan variasi beton ringan dengan penambahan serbuk bata ringan sebesar 70% dari volume agregat halus. Hasil kadar optimal penggunaan abu ampas tebu sebesar 10% serta fly ash 15% dari total cementitious. Pengujian beton ringan variasi dilakukan pada beton umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Pada beton ringan umur 28 hari dilakukan perbandingan dengan beton normal. Hasil pengujian berat beton ringan umur 7, 14, 21 dan 28 masing-masing 2,89 kg ; 2,83 kg ; 2,80 kg dan 2,79 kg. Hasil pengujian kuat tekan beton ringan umur 7, 14, 21 dan 28 masing-masing 16,54 MPa, 22,27 MPa, 25,25 MPa dan 26,74 MPa. Perbandingan berat jenis yang dihasilkan sebesar 1743 kg/m3 untuk beton ringan dan 2283 kg/m3 untuk beton normal. Perbandingan kuat tekan yang dihasilkan dari penciptaan beton ringan pada umur 28 hari dari 3 sampel benda uji masing-masing 26,74 MPa, 27,37 MPa dan 26,10 MPa, sedangkan pada 3 sampel beton normal didapatkan nilai 24,19 MPa, 24,83 MPa dan 26,10 MPa









