ANALISIS HAMBATAN GURU PJOK DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF BAGI ABK TUNA GRAHITA MAGETAN

  • Aulia Kusuma Devitasari Universitas Doktor Nugroho Magetan
  • R. Hariyo Padmoyo Universitas Doktor Nugroho Magetan https://orcid.org/0000-0003-1745-7835
  • Bayu Purwo Adhi Universitas Doktor Nugroho Magetan

Abstract

Pendidikan Jasmani Adaptif (PJA) merupakan komponen penting pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang bertujuan menyesuaikan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya siswa tunagrahita. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pendidikan jasmani adaptif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tunagrahita di SLB Panca Bhakti Magetan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap guru PJOK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi kendala pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan jasmani adaptif telah mencerminkan upaya inklusivitas, namun masih menghadapi sejumlah hambatan, meliputi keterbatasan sarana olahraga adaptif, minimnya pelatihan guru, kesulitan komunikasi dengan siswa tunagrahita, belum tersedianya asesmen individual, keterbatasan strategi pembelajaran, serta kurangnya dukungan sekolah dan orang tua. Meskipun siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan terjalin kerja sama antara guru PJOK dan wali kelas, pembelajaran masih bersifat umum dan belum sepenuhnya berbasis kebutuhan individual. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas adaptif, pengembangan asesmen individual, serta penguatan kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional.


Kata Kunci:Pendidikan Jasmani Adaptif; ABK; Tunagrahita; SLB; Hambatan Pembelajaran

Published
2026-03-04
How to Cite
Kusuma Devitasari, A., Padmoyo, R. H., & Purwo Adhi, B. (2026). ANALISIS HAMBATAN GURU PJOK DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF BAGI ABK TUNA GRAHITA MAGETAN. Jurnal Ilmiah Spirit, 26(2), 1-5. https://doi.org/10.36728/jis.v26i2.6249