ANALISIS KEKUATAN OTOT TERHADAP RISIKO CEDERA MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA
Abstract
Cedera muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di kalangan mahasiswa perguruan tinggi, namun kajian yang menghubungkan kekuatan otot secara objektif dengan risiko cedera pada konteks akademik di Indonesia masih sangat terbatas. Menganalisis hubungan antara kekuatan otot punggung dan tungkai dengan risiko cedera muskuloskeletal pada mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 150 mahasiswa yang dipilih melalui random sampling yang dilaksanakan di Universitas Negeri Makassar.
Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi antara kekuatan otot dengan cedera muskuluskeletal dengan menggunakan kekuatan otot punggung dan otot tungkai. Kekuatan otot punngung dan tungkai diukur menggunakan back-and-leg dynamometer sedangkan Keluhan muskuloskeletal dinilai melalui Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) versi tervalidasi bahasa Indonesia.
Prevalensi keluhan muskuloskeletal mencapai 72,0% dengan regio paling dominan adalah punggung bawah (48,0%), mayoritas responden adalah laki-laki (54,7%) dengan usia rata-rata 21,4 ± 1,8 tahun. Terdapat korelasi negatif signifikan antara seluruh parameter kekuatan otot dengan skor NMQ (r = -0,558; p < 0,01). Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan kekuatan otot punggung (OR=0,963; 95%CI: 0,944-0,982; p=0,000) dan kekuatan tungkai (OR=0,969; p=0,000) yang menunjukkan bahwa kekuatan otot punggung dan tungkai, terbukti bersifat protektif terhadap cedera muskuloskeletal pada mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kata Kunci: kekuatan otot, cedera muskuloskeletal, Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), back-and-leg dynamometer
