PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN SQUAD JUMPS DAN SINGLE LEG HOP TERHADAP PENINGKATAN HASIL LONG PASS PADA SSB U-11 BAYANGKARA PRATAMA SIMO
Abstract
Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode latihan Squad Jumps dan Single Leg Hop Terhadap Peningkatan Hasil Longpass Pada SSB U-11 Bayangkara Pratama Simo, dan jika ada perbedaan maka untuk mengetahui mana yang lebih baik antara metode latihan Terhadap Peningkatan Hasil Longpass Pada SSB U-11 Bayangkara Pratama Simo Metode penelitian yang digunakan adalah pretest- posttest group design. .Penelitian ini dilakukan dengan tahap pretest-treatment-postest. Pembagian kelompok menggunakan ordinal pairing pada penelitian ini. Populasi pada Dojang Power Sport Surakarta berjumlah 25 orang, dan menggunakan sampel berjumlah 20 orang. Petunjuk pelaksanaan : (1) pendataan teste, (2) menyediakan pra sarana, (3) melakukan tendangan longpass dengan kesempatan lima kali kaki kanan dan lima kali kaki kiri. Dan jarak antara tempat menendang dengan titik tengah sasaran untuk kelompok umur 11 tahun adalah 18 meter. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara menggunakan metode squad jumps dan Single Leg Hop terhadap peningkatan hasil longpass SSB U-11 Bayangkara Pratama Simo. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing- masing kelompok dengan thitung= 2,639 lebih besar dari pada ttabel= 2,262 dengan taraf signifikan 5%. (2) Metode Latihan Squad Jumps dan Single Leg Hop keduanya berkontribusi pada hasil longpass SSB U-11 Bayangkara Pratama Simo. Kelompok yang menerima latihan Squad Jump mengalami peningkatan 35,42% dan kelompok yang menerima latihan Single Leg Hop mengalami peningkatan 26,00% sehingga kelompok yang menerima Latihan Squad Jumps lebih berpengaruh dari pada kelompok yang menerima Latihan Single Leg Hop.