JURNAL KREATIF OLAHRAGA
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO
Universitas Tunas Pembangunan Surakartaen-USJURNAL KREATIF OLAHRAGA3090-8515ANALISIS TENDANGAN SABIT PADA SISWA REMAJA PENCAK SILAT PSHT RANTING KARANGDOWO KLATEN TAHUN 2026
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/6250
<p>Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Tendangan Sabit Pada Siswa Remaja Pencak Silat PSHT Ranting Karangdowo Klaten Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan ciri-ciri tidak adanya hipotesis dan data yang diperoleh akan dipaparkan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan angket dan tes tendangan sabit selama 10 detik yang bertujuan untuk mengetahui Analisis Tendangan Sabit Pada Siswa Remaja Pencak Silat PSHT Ranting Karangdowo Klaten Tahun 2026. Pada penelitian didapatkan hasil bahwa yang memiliki kecepatan tendangan baik sekali dan baik tidak ada dengan jumlah tedangan di atas 20 kali, yang memiliki kategori cukup sebanyak 9 orang atau 0,3 %, kemudian yang meliliki kategori kurang 6 orang dengan nilai antara 15-16 kali atau 0,2 %, dan untuk kategori kurang baik sebanyak 15 orang atau 0,5 % dri jumlah sempel, sikap pasang atau sikap awal yang mempunyai total nilai diatas atau sama dengan 37 berjumlah 7 orang atau 0,13 % dari jumlah sempel, yang mendapatkan total nilai antara 33-36 sebanyak 21 orang atau 0,7 % dari jumlah sempel, sedangkan di rentang nilai 28-32 terdapat 5 orang atau 0,6 % dari jumlah sempel, dan dites sasaran menujukan yang paling bayak dari jumlah sempel mendapatakn total nilai antaran 33-36 yaitu 22 orang atau 0,73 % dari jumlah sempel, yang mendapatkan nilai di atas sama dengan 37 hanya 1 orang atau 0,03 % dari jumlah sempel, dan sisanya yaitu 7 orang mendapat tolat nilai antaran 28-32dan presentase sebesar 0,23 % dari jumlah sempel yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa: kecepatan tendangan sabit hasil persentase rata-rata atlet putra untuk tendangansabit putra dengan kategori cukup 0,3 %, kurang 0,2 %, dan kurrang baik sebanyak 0,5%. Pada sikap pasang atau sikap awal diperolah hasil dengan kategori baik sekali 0,1 %, baik 0,7 %dan cukup 0.16 %. Dan untuk tes sasaran di perolah presentasi hasil dengan katerogi baik sekali 0,03 %, baik 0,7 % dan cukup 0,23 %.</p>Slamet SudarsonoJasmaniDanang Adhi KusumaIwan Arya KusumaMuchhamad Sholeh
Copyright (c) 2026
2026-02-022026-02-023219PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN PLYOMETRICS BENTUK DROP (DEPTH) JUMP DAN DOUBLE LEG BOUND TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN TENDANGAN DEPAN PESILAT PADA ATLET PENCAK SILAT RATING MASARAN TAHUN 2026
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/6251
<p>Tujuan peneletian untuk mengetahui (1). Perbedaan pengaruhlatihan <em>plyometrics double leg bound</em> dan <em>depth jump</em>terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilatpada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026. (2). Latihan kecepatan tendangan depan pesilat yang lebih baik pengaruhnya antara latihan <em>plyometrics double leg bound</em> dan <em>depth jump</em> terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilat pada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026. Populasi penelitian ini pada pada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026 berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sempeldalampenelitianiniadalah pada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026 yang berjumlah 30 orang. Variabel penelitian ini yaitu metode latihan <em>plyometrics double leg bound</em> dan metode latihan <em>plyometrics depth jump </em>sebagai variabel bebas serta kecepatan tendangan depan variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design. Tes untuk mengetahui kecepatan tendangan depan menggunakan“tes kecepatan tendangan depan”. Hasil analisis data diperoleh (1). Ada perbedaan pengaruh metode latihan <em>plyometrics double leg bound</em> dan <em>depth jump</em> terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilat pada siswa extra kurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing kelompok yaitu t<sub>hitung</sub>= 1,8225 lebih kecil dari pada t<sub>tabel</sub>= 2,145 dengan taraf signifikasi 5%. (2). Metode latihan <em>plyometrics depth jump </em>lebih baik pengaruhnya dari pada metode latihan <em>plyometrics double leg bound </em>terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilat pada siswa extra kurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokantahun2026. Berdasarkan persentase peningkatan kecepatan tendengan depan pesilat menunjukkan bahwa kelompok1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan metode latihan <em>plyometrics double leg bound</em>) adalah6,008%>kelompok2 (kelompok yang mendapatMetodelatihan<em>plyometrics depth jump</em>) adalah6,629%.</p>Wisnu MahardikaJasmaniIwan Arya KusumaRisa Agus Teguh WibowoArdika Ilyas Pramadya
Copyright (c) 2026
2026-02-022026-02-02321017PERBEDAAN PENGARUH MODIFIKASI LATIHAN MEDICINE BALL THROW DANBACK THROWTERHADAPJARAK LEMPARANKEDALAM(THROWIN) PADA ATLET SSB PUTRA MANTARA USIA 12-14 TAHUN KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2025
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/6252
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Mengetahui Perbedaan pengaruh latihan <em>medicineballthrow </em>dan <em>backthrow </em>terhadap jarak lemparan (<em>throwin</em>) pada atlet SSB Putra Mantara U 12-14. (2) Mengetahui Pengaruh latihan <em>medicine ball throw </em>terhadap jarak lemparan (<em>throw in</em>) pada atlet SSB Putra Mantara U 12-14. (3) Mengetahui Pengaruh latihan <em>back throw </em>terhadap jarak lemparan (<em>throwin</em>) pada atlet SSB Putra Mantara U 12-14. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan desain penelitian dengan pendekatan “<em>two Group pretest-posttest design</em>” yaitu desain penelitian yang terdapat <em>pretest </em>sebelum diberikan perlakuan dan <em>posttest </em>setelah diberikan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 atlet SSB Putra Mantara U 12-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh yang signifikan modifikasi latihan menggunakan medicine ball terhadap jarak lemparan kedalam (throw in) pada atlet SSB Putra Mantara Usia 12-14 Tahun Kabupaten Wonogiri. Diperoleh nilai rerata sebesar 9,91 dan nilai rerata meningkat menjadi 10,57 setelah diberikan perlakuan latiham medicine ball. Nilai rerata kenaikan sebesar 0,66. (2) Ada pengaruh yang signifikan modifikasi latihan menggunakan medicine ball back throw terhadap jarak lemparan kedalam (<em>throw in</em>) pada atlet atlet SSB Putra Mantara Usia 12-14 Tahun Kabupaten Wonogiri. Diperoleh nilai rerata sebesar 11,96 dan nilai rerata meningkat menjadi 13,33 setelah diberikan perlakuan modifikasi latihan <em>ball back throw</em>. Nilai kenaikan sebesar 1,37. (3) Ada perbedaan pengaruh yang signifikanantara modifikasi latihan <em>medicine ball</em> dan <em>medicine ball back throw</em> dengan nilai <em>Sig. (2-tailed)</em> 0,00 < 0,05. Dapat di amnil kesimpulan bahwa adanya perbedaan pengaruh dari kedua latihan dan <em>medicine ball back throw </em>lebih baik daripada latihan menggunakan medicine ball.</p>Hatsunanda Reno AgatiJasmaniDanang Adhi Kusuma
Copyright (c) 2026
2026-02-022026-02-02321827PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN SQUAD JUMPS DAN SINGLE LEG HOP TERHADAP PENINGKATAN HASIL LONG PASS PADA SSB U-11 BAYANGKARA PRATAMA SIMO
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/6273
<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode latihan Squad Jumps dan Single Leg Hop Terhadap Peningkatan Hasil Longpass Pada SSB U-11 Bayangkara Pratama Simo, dan jika ada perbedaan maka untuk mengetahui mana yang lebih baik antara metode latihan Terhadap Peningkatan Hasil Longpass Pada SSB U-11 Bayangkara Pratama Simo Metode penelitian yang digunakan adalah pretest- posttest group design. .Penelitian ini dilakukan dengan tahap pretest-treatment-postest. Pembagian kelompok menggunakan ordinal pairing pada penelitian ini. Populasi pada Dojang Power Sport Surakarta berjumlah 25 orang, dan menggunakan sampel berjumlah 20 orang. Petunjuk pelaksanaan : (1) pendataan teste, (2) menyediakan pra sarana, (3) melakukan tendangan longpass dengan kesempatan lima kali kaki kanan dan lima kali kaki kiri. Dan jarak antara tempat menendang dengan titik tengah sasaran untuk kelompok umur 11 tahun adalah 18 meter. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara menggunakan metode squad jumps dan Single Leg Hop terhadap peningkatan hasil longpass SSB U-11 Bayangkara Pratama Simo. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing- masing kelompok dengan thitung= 2,639 lebih besar dari pada ttabel= 2,262 dengan taraf signifikan 5%. (2) Metode Latihan Squad Jumps dan Single Leg Hop keduanya berkontribusi pada hasil longpass SSB U-11 Bayangkara Pratama Simo. Kelompok yang menerima latihan Squad Jump mengalami peningkatan 35,42% dan kelompok yang menerima latihan Single Leg Hop mengalami peningkatan 26,00% sehingga kelompok yang menerima Latihan Squad Jumps lebih berpengaruh dari pada kelompok yang menerima Latihan Single Leg Hop.</p>Wahyu KurniawanMuh. Ikhwan IskandarDanang Adhi KusumaDwi Gunadi
Copyright (c) 2026 JURNAL KREATIF OLAHRAGA
2026-02-122026-02-12322840ANALISIS KEBUGARAN JASMANI BAGI ATLET BULUTANGKIS PB TUNAS MRAPEN PURWODADI JAWA TENGAH
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/6265
<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Bulutangkis PB Tunas Mrapen Purwodadi. Sampel penelitian adalah atlet Bulutangkis PB Tunas Mrapen Purwodadi dengan jumlah 30 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>purposivel sampling</em>. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran menggunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN:2022). Tes kebugaran jasmani yang digunakan adalah IMT (Indeks Massa Tubuh), V-Sit & Reach, Sit Up 60 detik, Squat Trust 60 detik, Paccer Test. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan tabel klasifikasi. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Tingkat kebugaran jasmani melalui Indeks Masa Tubuh (IMT) atlet bulutangkis PB Mrapen Purwodadi yaitu memiliki sebanyak 0 atlet (0%) mempunyai kategori kurang, 27 atlet (90%) mempunyai kategori normal, 3 atlet (10%) mempunyai kategori overweight, dan 0 atlet (0%) mempunyai kategori obesitas. <strong>(2) </strong>Tingkat kebugaran jasmani yang ditinjau dari 4 item tes yaitu V-Sit and reach, sit up, squat trust, dan pacer test atlet bulutangkis PB Mrapen Purwodadi memiliki kategori baik dengan perolehan nilai sebesar 3,71.</p>Gizela Octaviana Widya PutriJoko SulistyonoRisa Teguh Agus Wibowo
Copyright (c) 2026 JURNAL KREATIF OLAHRAGA
2026-02-122026-02-12324155PROFIL KONDISI FISIK PADA ATLET PENCAK SILAT PSHW TUNAS MUDA RANTING SAWIT BOYOLALI TAHUN 2025
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/6264
<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui profil kondisi fisik pada atlet pencak silat PSHW Tunas Muda Ranting Sawit Boyolali Tahun 2025. Sampel penelitian adalah atlet pencaksilat PShW Tunas Muda Ranting Sawit Boyolali dengan jumlah 16 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran kondisi fisik dan antropometri. Tes kondisi fisik yang digunakan adalah kekuatan menggunakan tes <em>Push Up </em>dan <em>Sit Up</em>, kelentukan menggunakan tes <em>sit and reach</em>, kelincahan menggunakan tes <em>Shuttle Run</em>, kecepatan menggunakan tes lari 20m, koordinasi menggunakan tes <em>ball wall test</em>, dan daya tahan menggunakan tes <em>multistage fitnes tes </em>(MFT). Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan tabel klasifikasi. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Tingkat kondisi fisik atlet pencaksilat PSHW Tunas Muda Ranting Sawit Boyolali yaitu memiliki sebanyak 2 siswa (13%) mempunyai Tingkat kondisi fisik pencaksilat sangat baik, 5 siswa (131%) mempunyai Tingkat kondisi fisik pencaksilat baik, 5 siswa (31%) mempunyai Tingkat kondisi fisik pencaksilat sedang, 3 siswa (19%) mempunyai Tingkat kondisi fisik pencaksilat kurang, dan 1 pemain (6%) mempunyai Tingkat kondisi fisik pencaksilat sangat kurang. (2) Tingkat kondisi fisik atlet pencaksilat PSHW Tunas Muda Ranting Sawit Boyolali memiliki kategori baik.</p>Wikanda Arya SaputraKodrad BudiyonoRisa Agus Teguh WibowoDwi GunadiMuh. Ikhwan Iskandar
Copyright (c) 2026 JURNAL KREATIF OLAHRAGA
2026-02-122026-02-12325663SURVEI TINGKAT KONDISI FISIK PADA SISWA PUTRA KELAS X SMA NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN 2025
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/5382
<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui Tingkat Kondisi Fisik Pada Siswa Putra KelasX SMA Negeri 1 Surakarta Tahun 2025. Sampel penelitian adalah Siswa Putra Kelas X SMA Negeri 1 Surakarta dengan jumlah 120 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang digunakan sampel hanya 30 siswa. Teknik pengumpulan data dengan tes kondisi fisik yang disesuaikan dengan instrumen tes kondisi fisik. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang didasarkan pada analisis kuantitatif. Prosedur penelitian ini meliputi tes dan pengukuran. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: tingkat kondisi fisik Siswa Putra Kelas X SMA N 1 Surakarta yaitu sebanyak 0 siswa (0%) atau tidak ada siswa yang mempunyai tingkat kondisi fisik sangat baik, 0 siswa (0%) mempunyai tingkat kondisi fisik baik, 0siswa (0%) mempunyai tingkat kondisi fisik sedang, 2 siswa (6,67%) mempunyai tingkat kondisi fisik kurang, dan 28 siswa (93,33%) atau tidak ada siswa yang mempunyai tingkat kondisi fisik kurang sekali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar tingkat kondisi fisik Siswa Putra Kelas X SMA N 1 Surakarta masuk dalam kategori kurang sekali. Frekuensi terbanyak pada kategori kurang sekali, yaitu sebanyak 28 siswa (93,33%), sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kondisi fisik Siswa Putra Kelas X SMA N 1 Surakarta adalah sebagian besar masuk kategori kurang sekali.</p>Rizal AbussalaamSlamet SudarsonoTeguh AndibowoRustam Yulianto
Copyright (c) 2026 JURNAL KREATIF OLAHRAGA
2026-02-202026-02-20326475PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP BERAT BADAN PADA WARGA DESA JABUNG KLATEN TAHUN 2025
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/6266
<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap berat badan Pada Warga Desa Jabung Klaten Tahun 2025. dan jika ada perbedaan maka untuk mengetahui mana yang lebih baik antara kelompok eksperimen (dengan perlakuan senam lansia) dan kelompok control(tidak diberi perlakuan). Sampel penelitian adalah warga Desa Jabung Klaten dengan jumlah 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian ini yaitu hasil tes dan pengukuran berat badan dengan Metode senam lansiar sebagai variabel bebas serta hasil pengukuran berat badan variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design. Tes untuk mengetahui hasil pengukuran berat badan menggunakan tes dan pengukuran berat badan. Metode analisis data penelitian menggunakan rumus t-test yang diperhitungkan menggunakan rumus pendek. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok eksperimen (dengan perlakuan senam lansia) dan control(tidak diberi perlakuan) terhadap hasil pengukuran berat badan pada warga desa Jabung Klaten Tahun 2025. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir yaitu sig = 0,048 lebih kecil dari pada p-sig = 0,05 atau taraf siginifikan 5%. (2) Kelompok eksperimen (senam lansia) lebih baik pengaruhnya daripada kelompok kontrol terhadap hasil pengukuran berat badan pada warga Desa Jabung Klatenr Tahun 2025. Berdasarkan persentase hasil pengukuran berat badan menunjukkan bahwa kelompok eksperimen (kelompok yang mendapat perlakuan dengan menggunakan metode senam lansia) adalah 5% > kelompok kontrol (kelompok yang tidak diberi perlakuan) adalah 1%.</p>FirdawatiKodrad BudiyonoWisnu MahardikaRustam Yulianto
Copyright (c) 2026 JURNAL KREATIF OLAHRAGA
2026-02-232026-02-23327685SURVEY KONDISI FISIK DAN AKURASI TENDANGAN PENALTI PESERTA DIDIK PADA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMK NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN 2025
https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JKO/article/view/6291
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kondisi fisik pemain futsal SMK Negeri 3 Surakarta tahun 2025, (2) keterampilan melakukan tendangan penalti pemain futsal SMK Negeri 3 Surakarta tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Subyek penelitian ini adalah peserta didik peserta ekstra kurikuler futsal SMK Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>total sampling</em>. Teknik pengambilan data menggunakan metode survey dengan teknik tes dan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan dari penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil: (1) Jangkauan rata-rata kekuatan power tungkai adalah 58 centimeter termasuk kategori baik, (2) Kecepatan rata-rata tes lari 20 meter adalah 2,70 termasuk kategori baik, (3) Kecepatan rata-rata tes kelincahan adalah 15,89 detik termasuk kategori baik, (4) Kecepatan rata-rata lari 1600 meter adalah 6,46 menit termasuk kategori cukup, (5) Jangkauan rata-rata kelentukan adalah 18 centimeter termasuk kategori baik, (6) Jumlah rata-rata kekuatan otot perut adalah 35 kali termasuk kategori baik, (7) Nilai rata-rata koordinasi mata-kaki adalah 8 termasuk kategori sedang, dan (8) Nilai kemampuan melakukan tendangan penalti adalah 14 termasuk kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini adalah kondisi fisik sebagian besar peserta ekstra kurikuler futsal di SMK Negeri 3 Surakarta termasuk kategori baik. Untuk kecepatan lari 1600 meter, koordinasi mata-kaki dan kemampuan menendang penalti masih perlu ditingkatkan.</p>Nur Alif HidayatSlamet SudarsonoMuh. Ikhwan Iskandar
Copyright (c) 2026 JURNAL KREATIF OLAHRAGA
2026-02-232026-02-23328693