INOVASI GULA AREN DAN BRANDING LOKA AREN: PEMBERDAYAAN UMKM DESA WISATA TOMPO BULU
Abstract
Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk lokal merupakan pendekatan strategis dalam memperkuat desa wisata berkelanjutan. Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai wilayah penghasil gula aren tradisional. Namun demikian, produk gula aren yang dihasilkan masih dipasarkan secara konvensional dalam bentuk balok polos tanpa diversifikasi produk, merek, kemasan modern, maupun legalitas usaha formal, sehingga daya saing dan jangkauan pasarnya masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk gula aren melalui inovasi produk, penguatan branding berbasis budaya lokal, pendampingan legalitas usaha, serta promosi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan pelaku usaha secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, meliputi pelatihan diversifikasi produk, pendampingan pengemasan dan branding, fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas pelaku usaha, terbentuknya merek “Loka Aren”, diversifikasi produk menjadi gula semut dan gula cair, perbaikan kualitas kemasan, serta perluasan akses pasar melalui platform digital. Program ini membuktikan bahwa integrasi inovasi produk dan identitas budaya lokal mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkuat citra desa wisata.
