PENDIDIKAN BERBASIS KOMUNITAS: KOLABORASI KAMPUS DAN WARGA
Abstract
Pendidikan Berbasis Komunitas Merupakan Pendekatan Strategis Dalam Menjembatani Kesenjangan Antara Dunia Akademik Dan Realitas Sosial Masyarakat. Kolaborasi Antara Kampus Dan Warga Menjadi Penting Dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Yang Tidak Hanya Berorientasi Pada Penguasaan Teori, Tetapi Juga Pada Pemberdayaan Sosial Dan Peningkatan Kapasitas Komunitas. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Bentuk, Proses, Serta Dampak Kolaborasi Antara Perguruan Tinggi Dan Masyarakat Dalam Implementasi Pendidikan Berbasis Komunitas. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Pendekatan Kualitatif Dengan Desain Studi Kasus, Melalui Teknik Pengumpulan Data Berupa Observasi, Wawancara Mendalam, Dan Dokumentasi Terhadap Program Kolaboratif Yang Melibatkan Dosen, Mahasiswa, Dan Warga Setempat. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Kolaborasi Kampus Dan Warga Mampu Menciptakan Proses Pembelajaran Yang Kontekstual, Partisipatif, Dan Berkelanjutan, Serta Mendorong Peningkatan Kesadaran Kritis Masyarakat Terhadap Permasalahan Sosial Di Lingkungannya. Pembahasan Penelitian Menegaskan Bahwa Pendidikan Berbasis Komunitas Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Sarana Transfer Pengetahuan, Tetapi Juga Sebagai Media Penguatan Modal Sosial, Pengembangan Kepemimpinan Lokal, Dan Peningkatan Kemandirian Masyarakat. Namun Demikian, Penelitian Ini Juga Menemukan Adanya Tantangan Berupa Keterbatasan Sumber Daya, Perbedaan Kepentingan, Serta Kesinambungan Program. Kesimpulan Penelitian Menegaskan Bahwa Pendidikan Berbasis Komunitas Melalui Kolaborasi Kampus Dan Warga Merupakan Model Pendidikan Yang Relevan Dan Efektif, Sepanjang Didukung Oleh Komitmen Institusional, Partisipasi Aktif Masyarakat, Serta Perencanaan Program Yang Berkelanjutan.
