PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC DAN LATIHAN CIRCUIT TERHADAP JUMPING SMASH PADA ATLET BULUTANGKIS PB INDEPENDENT KARANGANYAR TAHUN 2020

  • Bonita Mahendra Jati
  • Slamet Sudarsono
Abstract views: 21 , pdf downloads: 0

Abstract

ABSTRAK

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan plyometric dan latihan circuit  terhadap peningkatan kemampuan jumping smash bulutangkis pada atlet PB Independent Karanganyar. (2) Untuk mengetahui perbedaan pengaruh yang lebih baik antara latihan plyometric dan latihan circuit terhadap peningkatan kemampuan jumping smash bulutangkis pada atlet PB Independent Karanganyar.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “two groups pre-test-post-test design”. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet PB. Independen Karanganyar yang berjumlah 20 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan Ketepatan Jumping smash yang dikemukakan oleh PBSI. Teknik analisis data menggunakan uji reliabilitas, uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji t.

Simpulan bahwa: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan latihan plyometric dan latihan circuit  terhadap peningkatan kemampuan jumping smash bulutangkis pada atlet PB Independent Karanganyar. Peningkatan persentase kelompok latihan plyometric sebesar 4% dan Peningkatan persentase kelompok latihan circuit sebesar 2%. (2) Latihan plyometric memberikan pengaruh yang lebih signifikan daripada latihan circuit terhadap peningkatan ketepatan jumping smash bulutangkis pada atlet PB Independent Karanganyar, dengan selisih rata-rata kenaikan nilai sebesar 0,700.

 

Kata kunci : Latihan plyometric, Latihan circuit, Ketepatan jumping smash

Published
2021-01-29
How to Cite
Mahendra Jati, B., & Sudarsono, S. (2021). PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC DAN LATIHAN CIRCUIT TERHADAP JUMPING SMASH PADA ATLET BULUTANGKIS PB INDEPENDENT KARANGANYAR TAHUN 2020. Jurnal Ilmiah Spirit, 21(1), 96-107. https://doi.org/10.36728/jis.v21i1.1376