ANALISIS ALASAN PENDAKI MEMILIH PENDAKIAN TEKTOK DAN PENDAKIAN CAMPING
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan-alasan yang melatarbelakangi pendaki dalam memilih jenis pendakian tektok atau camping. Pendakian tektok merupakan aktivitas mendaki gunung yang dilakukan dalam satu hari tanpa bermalam, sedangkan pendakian camping melibatkan kegiatan menginap di area perkemahan gunung. Keduanya memiliki karakteristik, kebutuhan, dan pengalaman yang berbeda sehingga penting untuk dipahami faktor-faktor yang memengaruhi preferensi pendaki terhadap masing-masing jenis pendakian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Informan terdiri dari enam pendaki (tiga pendaki tektok dan tiga pendaki camping) serta satu orang pengelola basecamp yang berperan sebagai informan pembanding. Penelitian ini dilakukan di Basecamp Gunung Andong Via Sawit, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola alasan yang muncul secara berulang dan bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang memengaruhi keputusan pendaki, yaitu tujuan pribadi, keterbatasan waktu, kondisi fisik, kesiapan logistik, dan faktor biaya. Pendaki tektok umumnya memilih efisiensi waktu dan kemudahan dalam peralatan, sementara pendaki camping lebih tertarik pada pengalaman berkemah, interaksi sosial, dan suasana alam yang lebih santai. Perspektif dari pengelola basecamp juga memperlihatkan adanya tren peningkatan pendaki tektok karena alasan kesibukan. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika preferensi pendaki dalam konteks aktivitas pendakian gunung di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola basecamp dalam menyediakan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pendaki serta dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya dalam mengkaji fenomena serupa di lokasi atau konteks yang berbeda.
Referensi
Azimah, N. (2021). Perancangan Media Edukasi Perlengkapan Standar Pendakian Bagi Pendaki Pemula. Universitas Negeri Makassar.
Dwijayanti, K., Hakim, A. R., Santoso, S., & Febrianti, R. (2024). Analysis of Physical Activity of Physical Education Students in Attending Lectures. Jendela Olahraga, 9(2), 81–89.
Hadikristanto, W., & Pranoto, G. T. (2023). Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Pendakian Gunung Terbaik Di Jawa Tengah Menggunakan Metode Saw (Simple Additive Weighting). Rabit: Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Univrab, 8(2), 204–212.
Kurniati, R., Broto, D. P., & Nugraheningsih, G. (2025). Integrasi Aktivitas Fisik Outdoor Pada Destinasi Camping Ground: Tinjauan Literatur Dampak Kesehatan dan Pariwisata Alam di Yogyakarta. Indonesian Journal of Sport and Tourism, 7(1), 13–24.
Lestari, W. (2021a). Konstruksi Nilai Sosial Pendaki Gunung Melalui Mitos Pendakian (Studi Kasus: Gunung Prau). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif.
Lestari, W. (2021b). Melalui Mitos Pendakian ( Studi Kasus : Gunung Prau ) Oleh :
Mappanyukki, A. A., & Aksir, M. I. (2025). Analisis komprehensif model latihan fisik dalam cabang olahraga atletik: Tinjauan literatur. Jurnal Dunia Pendidikan, 5(6), 2385–2393.
Masjhoer, J. M., Wibowo, D., Sadida, B. Q., & Ogista, I. T. (2017). Penyusunan Buku Panduan Praktik Wisata Yang Bertanggung Jawab Dalam Pendakian Gunung. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 11(3), 53. https://doi.org/10.47256/kji.v11i3.490
Nordbo, I., & Prebensen, N. K. (2015a). Hiking as mental and physical experience. Advances in Hospitality and Leisure, 11(November), 169–186. https://doi.org/10.1108/S1745-354220150000011010
Nordbo, I., & Prebensen, N. K. (2015b). Hiking as mental and physical experience.
Perjalanan, R. (2025). Inovasi Monitoring Pendaki Menggunakan Internet of Things Untuk Membantu Keselamatan Dan Ketertiban Digunung. Universitas Islam Indonesia.
Rahman, F. A., Kristiyanto, A., & Sugiyanto, S. (2017). Motif, Motivasi, Dan Manfaat Aktivitaspendakian Gunung Sebagai Olahraga Rekreasi Masyarakat. Multilateral Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 16(2). https://doi.org/10.20527/multilateral.v16i2.4251
Schiff, N. T., & Ramadhani, M. (2022). The Climbing Activities of Gunung Gede Pangrango Nasional Park: Aktivitas Pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Journal of Physical and Outdoor Education, 4(2), 164–173.
Setiawan, Y., & Wiharko, T. (2023). Implementasi Metode MOORA Pada Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Destinasi Wisata Pendakian Gunung di Bandung Raya. Digital Transformation Technology, 3(2), 515–523. https://doi.org/10.47709/digitech.v3i2.2924
Seyfi, S., Kuhzady, S., Rastegar, R., Vo-Thanh, T., & Zaman, M. (2024). Exploring the dynamics of tourist travel intention before and during the COVID-19 pandemic: a scoping review. Tourism Recreation Research, 0(0), 1–14. https://doi.org/10.1080/02508281.2024.2330236
Wuisan, F. F., & Setiawan, B. (2025). Analisis Tren Pendakian Gunung Sebagai Daya Tarik Wisata Alam Di Kabupaten Wonosobo. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(04 September), 7171–7179.
Yudiana, Y., Subardjah, H., & Juliantine, T. (2012). Latihan fisik. Bandung: FPOK-UPI Bandung.
