ANALISIS DAYA TAHAN AEROBIK PADA ATLET SEPAK BOLA CEREBRAL PALSY
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tahan aerobik pada pemain sepak bola cerebral palsy (CP). Daya tahan aerobik merupakan komponen fisik utama dalam performa sepak bola, termasuk dalam olahraga adaptif seperti sepak bola CP. Atlet dengan cerebral palsy mengalami keterbatasan neuromotorik yang dapat memengaruhi kapasitas fungsional dan efisiensi kardiovaskular mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui Balke Running Test untuk mengukur kapasitas aerobik (VO2max). Sebanyak 14 atlet sepak bola CP tingkat nasional berpartisipasi dalam penelitian ini, yang terbagi ke dalam klasifikasi FT1 (n=2), FT2 (n=8), dan FT3 (n=4). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata VO2max keseluruhan sebesar 40,88 ml/kg/menit, yang dikategorikan dalam tingkatan sedang. Secara spesifik, rerata nilai per kategori adalah 38,2 ± 2,93 ml/kg/menit (FT1), 43,2 ± 3,48 ml/kg/menit (FT2), dan 41,2 ± 4,11 ml/kg/menit (FT3). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan VO2max yang signifikan antar klasifikasi fungsional (?²=2.2857, p = 0.3189) dengan effect size yang kecil (?²H=0.0260). Faktor-faktor yang memengaruhi temuan ini meliputi keterbatasan ukuran sampel serta efek homogenisasi dari program latihan intensif terpusat. Kesimpulannya, meskipun keterbatasan fungsi motorik mendikte mekanika gerak, program latihan tingkat elite yang terstruktur mampu meminimalkan kesenjangan efisiensi kardiovaskular antar kelas atlet sepak bola CP tingkat nasional.
