PERBANDINGAN PICKLEBALL VS. BADMINTON TERHADAP VO2MAX DAN HEART RATE VARIABILITY PADA DEWASA AWAL 25–35 TAHUN DI KOTA MAKASSAR
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh olahraga pickleball dan badminton terhadap kapasitas aerobik (VO2Max) serta variabilitas detak jantung (Heart Rate Variability/HRV) pada kelompok dewasa awal berusia 25–35 tahun di Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain eksperimen komparatif dengan pendekatan pre-test dan post-test control group design. Sebanyak 40 subjek dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pickleball (n=20) dan kelompok badminton (n=20). Intervensi dilaksanakan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, durasi 60 menit per sesi. Pengukuran VO2Max menggunakan metode Multistage Fitness Test (Bleep Test), sedangkan HRV diukur menggunakan perangkat monitor detak jantung berbasis aplikasi Kubios HRV Standard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua olahraga secara signifikan meningkatkan VO2Max dan HRV pada kelompok masing-masing (p<0,05). Namun demikian, kelompok badminton menunjukkan peningkatan VO2Max yang lebih tinggi (rerata delta 4,21 mL/kg/menit) dibandingkan kelompok pickleball (rerata delta 3,47 mL/kg/menit). Sebaliknya, kelompok pickleball menunjukkan peningkatan nilai RMSSD dan SDNN sebagai indikator HRV yang lebih signifikan secara statistik dibandingkan badminton. Temuan ini mengindikasikan bahwa pickleball lebih efektif dalam meningkatkan regulasi sistem saraf otonom, sementara badminton lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas aerobik maksimal pada dewasa awal di Kota Makassar.
