PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN PLYOMETRICS BENTUK DROP (DEPTH) JUMP DAN DOUBLE LEG BOUND TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN TENDANGAN DEPAN PESILAT PADA ATLET PENCAK SILAT RATING MASARAN TAHUN 2026
Abstract
Permasalahan penelitian ini adalah (1).Adakah perbedaan pengaruh latihan plyometrics double leg bound dan depth jump terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilat pada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026. (2). Manakah latihan kecepatan tendangan depan pesilat yang lebih baik pengaruhnya antara latihan plyometrics double leg bound dan depth jump terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilat pada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026. Tujuan peneletian untuk mengetahui (1). Perbedaan pengaruhlatihan plyometrics double leg bound dan depth jumpterhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilatpada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026. (2). Latihan kecepatan tendangan depan pesilat yang lebih baik pengaruhnya antara latihan plyometrics double leg bound dan depth jump terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilat pada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026. Populasi penelitian ini pada pada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026 berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sempeldalampenelitianiniadalah pada siswa extrakurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026 yang berjumlah 30 orang. Variabel penelitian ini yaitu metode latihan plyometrics double leg bound dan metode latihan plyometrics depth jump sebagai variabel bebas serta kecepatan tendangan depan variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design. Tes untuk mengetahui kecepatan tendangan depan menggunakan“tes kecepatan tendangan depan”. Hasil analisis data diperoleh (1). Ada perbedaan pengaruh metode latihan plyometrics double leg bound dan depth jump terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilat pada siswa extra kurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokan tahun 2026. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing kelompok yaitu thitung= 1,8225 lebih kecil dari pada ttabel= 2,145 dengan taraf signifikasi 5%. (2). Metode latihan plyometrics depth jump lebih baik pengaruhnya dari pada metode latihan plyometrics double leg bound terhadap peningkatan kecepatan tendangan depan pesilat pada siswa extra kurikuler pencak Silat SMK Negeri 1 Mondokantahun2026. Berdasarkan persentase peningkatan kecepatan tendengan depan pesilat menunjukkan bahwa kelompok1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan metode latihan plyometrics double leg bound) adalah6,008%>kelompok2 (kelompok yang mendapatMetodelatihanplyometrics depth jump) adalah6,629%.