PEMBERDAYAAN WUS DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KANKER PAYUDARA MELALUI SADARI DI PASIRGOMBONG KAB BEKASI

  • Usniyah Universitas Medika Suherman
  • Yulianti Universitas Medika Suherman
  • Vivi Silviana Universitas Medika Suherman
  • Wawang Putri Universitas Medika Suherman
  • Yayah Andriyani RS Universitas Medika Suherman
  • Yulia Citra Universitas Medika Suherman
Keywords: Pemberdayaan perempuan; kanker payudara; SADARI; WUS.

Abstract

Kanker payudara (Ca Mamae) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup perempuan. Menurut World Health Organization (WHO, 2023), kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum yang menyerang perempuan di seluruh dunia, dengan estimasi 2,3 juta kasus baru pada tahun 2022 dan menyumbang sekitar 685.000 kematian secara global. Deteksi dini dan edukasi masyarakat terbukti mampu menurunkan angka kematian akibat kanker ini. Di Indonesia, data dari Global Cancer Observatory (Globocan, 2021) menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki peringkat pertama sebagai jenis kanker terbanyak dengan 65.858 kasus baru (16,6%) dan angka kematian sebesar 22.430 jiwa. Berdasarkan data Profil Kesehatan Jawa Barat Tahun 2022, lebih dari 7.000 kasus kanker payudara tercatat di fasilitas layanan kesehatan, dengan jumlah penderita terbanyak berada pada kelompok usia wanita usia subur (WUS) dan menopause. Kp.Gombong Rt 002/005 Ds.Pasir Gombong Kecamatan Cikarang Utara yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi, merupakan salah satu daerah dengan populasi wanita usia subur dan menopause yang cukup tinggi. Berdasarkan wawancara kepada wanita usia subur dan menopause mengenai pengetahuan kanker payudara dan teknik sadari didapatkan hasil sebagian besar dari mereka tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pengetahuan dan perilaku pencegahan yang perlu segera diintervensi melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Desain penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kulitatif. Dimana dalam penelitian ini terdapat hasil prestest dan postest yang didapatkan dari hasil penyuluhan Pemahaman Kanker Payudara sebelum dilakukan penuluhan adalah 50% dan setelah dilakukan penyuluhan naik menjadi 90%.  Dari Faktor Resiko Kanker Payudara didapatkan bahwa pretest sekitar 30% dan setelah dilakukan penyuluhan naik menjadi 90%. Dari pengetahuan Deteksi Dini Kanker Payudara sebelum dilakukan penyuluhan sekitar 25% dan setelah dilakukan penyuluhan naik menjadi 95%. Pemahaman tentang Sadari sebelum dilakukan penyuluhan 30% dan setelah dilakukan penyuluhan naik menjadi 95%. Dilihat dari pemaparan hasil penyuluhan didapatkan bahwa semua aspek mengalami kenaikan sebelum penyuluhan (pre test) dan setelah penyuluhan (post test) sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini memberikan dampak yang signifikan bagi pengetahuan ibu terkait deteksi dini kanker payudara.

 

Published
2025-05-26