PENERAPAN TERAPI KIPAS ANGIN GENGGAM DALAM MEREDAKAN SESAK NAPAS PADA LANSIA
Abstract
Sesak napas merupakan keluhan umum pada lansia dengan gangguan sistem respirasi yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diaplikasikan sangat dibutuhkan di lingkungan panti. Salah satu intervensi yang berpotensi efektif adalah terapi kipas angin genggam, yang bekerja melalui stimulasi reseptor trigeminal pada wajah sehingga memberikan sensasi lega bernapas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengurangi sesak napak pada lansia dengan menerapkan terapi kipas angin genggam pada lansia dengan gangguan sistem respirasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol pada 21 lansia. Tingkat sesak napas diukur menggunakan skala Borg sebelum dan sesudah intervensi selama 7 hari sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore). Hasil menunjukkan adanya penurunan skor sesak napas secara bermakna setelah pemberian terapi kipas angin genggam (dengan nilai mean + SD sebelum intervensi 5,6 ± 1,2 menjadi 3,2 ± 1,1 setelah intervensi). Kegiatan ini membuktikan bahwa terapi kipas angin genggam dapat dijadikan intervensi keperawatan komplementer dalam mengatasi masalah sesak ringan hingga sedang pada lansia.
