PENGARUH SUBSTITUSI ABU SEKAM PADI PADA SEMEN DAN ABU BONGGOL JAGUNG PADA AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON
Abstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh substitusi abu sekam padi (ASP) sebagai pengganti sebagian semen dan abu bonggol jagung (ABJ) sebagai pengganti sebagian agregat halus terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton umur 28 hari. Beton yang diuji dirancang dengan mutu target 20 MPa, menggunakan ASP sebesar 6% dari berat semen, dan variasi ABJ 4%, 5%, 6%, dan 7% dari berat agregat halus. Pengujian dilakukan pada benda uji silinder untuk kuat tekan dan balok untuk kuat lentur. Beton kontrol tanpa bahan tambah memiliki kuat tekan sebesar 10,191 MPa. Penambahan ASP dan ABJ memberikan peningkatan kuat tekan yang signifikan, mulai dari 13,135 MPa untuk 4% ABJ, naik menjadi 13,531 MPa pada 5% ABJ, dan mencapai nilai puncak 13,701 MPa pada 6% ABJ, meningkat sebesar 34,4% dibanding beton kontrol. Namun, substitusi ABJ pada 7% menyebabkan penurunan kuat tekan menjadi 12,059 MPa. Sedangkan untuk kuat lentur, beton kontrol mencapai 3,081 MPa, dengan nilai tertinggi sebesar 3,595 MPa diperoleh pada 7% ABJ, meningkat 16,7%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi dengan ASP dan ABJ mampu meningkatkan sifat mekanik beton, namun kadar substitusi optimal berbeda antara kuat tekan dan kuat lentur. Studi ini memberikan peluang pemanfaatan limbah pertanian untuk pengembangan beton yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kata kunci: Beton, Abu sekam padi, Abu bonggol jagung, Kuat tekan, Kuat lentur










