Disparitas Gender dalam Kecelakaan Lalu Lintas Kerja: Integrasi Perspektif Gender pada Kerangka Safe System di Kota Batam

  • Vito Raegentsario International Batam University
  • Yusra Aulia Sari Faculty of Civil Engineering and Planning, Universitas Internasional Batam, Batam
  • Andri Irfan Rifai Faculty of Civil Engineering and Planning, Universitas Internasional Batam, Batam

Abstrak

Kecelakaan lalu lintas terkait pekerjaan menjadi isu krusial di area urbanisasi pesat seperti Kota Batam, yang tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi tetapi juga dampak sosial yang mendalam. Sebagai pusat industri dengan mobilitas tenaga kerja yang tinggi, Batam merepresentasikan tantangan keselamatan yang unik. Namun, terdapat kesenjangan signifikan dalam literatur dan kebijakan saat ini, di mana kerentanan spesifik gender dalam perumusan kebijakan keselamatan seringkali terabaikan. Penelitian ini bertujuan secara komprehensif menganalisis disparitas gender pada insiden kecelakaan tersebut dan mengusulkan strategi integrasi gender dalam kerangka Safe System, dengan tujuan menyediakan rekomendasi berbasis bukti bagi para pemangku kepentingan. Dengan mengaplikasikan metode kuantitatif, data primer dikumpulkan dari 498 pekerja di Batam melalui kuesioner daring yang didistribusikan secara acak untuk menjamin representativitas sampel. Analisis data statistik dilakukan menggunakan regresi linier sederhana (SPSS). Analisis difokuskan pada hubungan antara persepsi keselamatan positif (BTHD) yang mencakup penilaian subjektif terhadap kondisi jalan dan upaya keselamatan dengan kewaspadaan yang dirasakan (BTHC), termasuk persepsi risiko dan kerentanan selama perjalanan kerja. Hasil menunjukkan hubungan positif yang signifikan secara statistik (B = 0.626, p < .001). Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi keselamatan yang lebih tinggi berkorelasi kuat dengan peningkatan kewaspadaan yang dilaporkan oleh pekerja, sebuah hasil yang menantang asumsi umum bahwa rasa aman dapat menimbulkan kelalaian. Temuan ini menyiratkan bahwa rasa aman pada tenaga kerja di Batam bersifat aktif dan terkait erat dengan kesadaran situasional yang tinggi, bukan sebuah kondisi pasif. Disimpulkan bahwa pencapaian target zero fatalities menuntut pergeseran paradigma dalam pendekatan Safe System, yang tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga wajib mengintegrasikan faktor psikologis yang kompleks dan determinan gender. Studi ini memberikan implikasi penting dan mendesak bagi pembuat kebijakan serta pelaku industri untuk mengembangkan intervensi keselamatan jalan yang lebih holistik dan inklusif, yang mampu mengakomodasi perbedaan pola perjalanan dan persepsi risiko antargender.

Diterbitkan
2026-01-02
How to Cite
Vito Raegentsario, Sari, Y. A., & Rifai, A. I. (2026). Disparitas Gender dalam Kecelakaan Lalu Lintas Kerja: Integrasi Perspektif Gender pada Kerangka Safe System di Kota Batam. Jurnal Teknik Sipil Dan Arsitektur, 31(1), 48-59. https://doi.org/10.36728/jtsa.v31i1.5681