KOMPOSISI FASAD WISMA KILANG SEBAGAI BASIS REKONSTRKSI ARSITEKTUR JENGKI DI BALIKPAPAN
Abstrak
Arsitektur jengki merupakan gaya arsitektur modern yang berkembang di Indonesia pada periode tahun 1950 hingga 1960. Salah satu peninggalan arsitektur jengki ini Adalah Wisma Kilang yang terletak di Pantai Kilang Mandiri, Balikpapan. Bangunan ini merupakan saksi bisu dinamika perubahan visual kota Balikpapan dari masa ke masa yang masih eksis hingga saat ini. Eksistensi bangunan ini pernah Berjaya di masa lalu dikarenakan keunikan bentuk yang turut mewarnai tren arsitektur di kala itu. Memasuki era modernisasi, arsitektur Wisma Kilang telah mengalami perubahan yang sangat signifikan demi memenuhi tuntutan fungsi kekinian dan keinginan pemilik semata. Salah satu komponen yang paling banyak berubah ada fasad, baik komponennya, materialnya hingga ke komposisi fasadnya. Hal ini tentunya akan menjadi ancaman terhadap keberlangsungan arsitektur jengki yang diprediksi akan terus memudar sedikit demi sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen fasad serta menganalisis komposisi fasad secara komprehensif dalam melihat fenomena konsistensi dan perubahan fasad. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan paradigma rasionalistik dalam pengambil data di lapangan. Data dan informasi kemudian dianalisis dengan menggunakan analissi visual morfologi serta triangulasi data. Obyek penelitian ini Adalah enam Wisma Kilang dengan elemen-elemen yang diamati berfokus pada atap, pagar, kolom dan bukaan bangunan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat beberapa fasad wisma yang mengalami perubahan, khususnya pada pintu, jendela dan atap kanopi akibat renovasi serta perubahan fungsi. Selain itu, terdapat dua wisma yang memiliki komposisi yang konsisten dari wisma lainnya. Konsistensi komposisi inilah yang akan dijadikan referensi dan pedoman awal rekonstruktif dalam melestarikan bangunan bersejarah dalam lingkup fasad di masa depan










