STUDI AWAL PERMEABILITAS DAN KUAT TEKAN BETON BERPORI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI
Abstrak
Peningkatan timbulan limbah industri serta kebutuhan material konstruksi yang berkelanjutan telah mendorong pengembangan beton berpori sebagai material perkerasan yang ramah lingkungan. Beton berpori memiliki kemampuan drainase yang tinggi sehingga mampu mengurangi limpasan permukaan dan mendukung infiltrasi air tanah. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh limbah High Density Polyethylene (HDPE) sebagai substitusi parsial agregat kasar terhadap kuat tekan, densitas, porositas, dan permeabilitas beton berpori dengan menggunakan agregat split dan kerikil pada rasio air–semen (w/c) 0,40. Variasi HDPE digunakan sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat agregat kasar, dan pengujian dilakukan pada umur 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa kuat tekan menurun dari 16,75 MPa menjadi 10,32 MPa untuk kerikil dan dari 18,92 MPa menjadi 15,41 MPa untuk split. Densitas turun dari ±2100 kg/m³ menjadi ±1850 kg/m³ seiring bertambahnya HDPE. Sebaliknya, porositas meningkat dari 30–32% menjadi 37–38% dan permeabilitas meningkat dari ±29–35 mm/s menjadi ±44–46 mm/s. Korelasi yang sangat kuat (R² > 0,80) ditemukan antara porositas dan permeabilitas, yang menunjukkan bahwa kinerja hidrolik terutama dikendalikan oleh struktur rongga terbuka akibat modifikasi HDPE. Secara keseluruhan, kadar HDPE sebesar 5% memiliki keseimbangan terbaik antara kekuatan struktural dan kinerja drainase tanpa menurunkan kekuatan secara signifikan, sekaligus mendukung penerapan konsep infrastruktur hijau (green infrastructure) dalam sistem perkerasan berkelanjutan sedangkan kadar >10% menjadi tidak efisien secara mekanis.










