KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG SEBAGAI FILLER
Abstrak
Aspal porus merupakan campuran aspal panas dengan gradasi terbuka, ditandai oleh proporsi agregat kasar yang tinggi dan agregat halus yang rendah, sehingga membentuk rongga udara besar sekitar 18% - 25% di dalam struktur campuran. Dengan adanya rongga udara ini bertujuan untuk mengalirkan air saat hujan, sehingga dapat mengurangi terjadinya genangan air di permukaan jalan. Saat ini, aspal porus tengah dikembangkan sebagai alternatif material untuk konstruksi lapisan aus (wearing course). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah bonggol jagung sebagai filler dalam campuran aspal porus. Penelitian ini menguji kadar aspal optimum (KAO) pada campuran yang menggunakan filler abu bonggol jagung yang lolos saringan No. 200 (0,075 mm) sebesar 1% , dengan variasi kadar aspal 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6%. Penentuan kadar aspal optimum mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Spesifikasi Bina Marga (Revisi 2, 2018) dan Australian Asphalt Pavement Association (AAPA 2004), dengan menggunakan tiga parameter utama Marshall, Cantabro Loss (CL), dan Asphalt Flow Down (AFD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tiga parameter utama yaitu Void in Mixture (VIM) pada kadar aspal 4%-4.5% (20.81% dan 18.25%) memenuhi batas persyaratan 18% - 25%, nilai Cantabro Loss (CL) pada kadar 4.5% - 6% (29.10%, 23.61%, 18.69%, 14.29%) memenuhi batas persyaratan ? 35%, dan nilai Asphalt Flow Down (AFD) 4% - 4.5% (0.15% dan 0.25%) memenuhi batas persyaratan ?0.3. Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) pada penelitian ini di dapat sebesar 4%.










