ANALISIS REKAYASA LALU LINTAS SIMPANG EMPAT MANNA KAMPUS GODEAN, JALAN YOGYAKARTA - DEMAKIJO, NGESTIHARJO, KASIHAN, BANTUL

  • Nur Budi Susanto Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
  • Iman Haryanto Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
  • Nursyamsu Hidayat Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
  • Wiryanta Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
  • Renno Aryaradjasa 2Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
  • Ferrolinna Cendykia Putri 2Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
  • Hutama Sektiaji Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Jalan Yogyakarta – Demakijo, lebih dikenal sebagai Jalan Godean, merupakan jalan kolektor primer di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman. Sepanjang Jalan Yogyakarta - Demakijo, terdapat beberapa persimpangan jalan 3 lengan maupun 4 lengan yang menghubungkan dengan kawasan di sekitarnya. Penelitian ini menganalisis kinerja lalu lintas dan merekomendasikan rekayasa pada Simpang Empat Manna Kampus Godean yang berada di Jalan Yogyakarta-Demakijo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Latar belakang studi adalah kebijakan penutupan akses belok kanan dengan pemasangan pembatas jalan berupa water barrier, yang menyebabkan kendaraan harus melakukan manuver putar balik dan menimbulkan jalinan lalu lintas. Metode analisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 untuk mengevaluasi kinerja empat bagian jalinan pada kondisi eksisting. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh jalinan mengalami derajat kejenuhan (DJ) sangat tinggi, lebih dari 1,5, yang mengindikasikan kondisi overcapacity. Tundaan lalu lintas juga terjadi antara 2,01 hingga 2,95 detik/smp. Untuk mencapai DJ ideal ? 0,85, simulasi merekomendasikan pelebaran jalinan menjadi 11-16 meter. Namun, analisis biaya mengungkap bahwa pengadaan lahan saja membutuhkan dana minimal Rp 70 miliar, disertai potensi konflik sosial. Sebagai alternatif, reaktivasi lampu lalu lintas (APILL) dapat dipertimbangkan, namun memerlukan kajian lebih mendalam mengenai karakteristik pergerakan kendaraan.

Diterbitkan
2026-01-02
How to Cite
Susanto, N. B., Haryanto, I., Hidayat, N., Wiryanta, Aryaradjasa, R., Putri, F. C., & Sektiaji, H. (2026). ANALISIS REKAYASA LALU LINTAS SIMPANG EMPAT MANNA KAMPUS GODEAN, JALAN YOGYAKARTA - DEMAKIJO, NGESTIHARJO, KASIHAN, BANTUL. Jurnal Teknik Sipil Dan Arsitektur, 31(1), 262-270. https://doi.org/10.36728/jtsa.v31i1.5919