PELATIHAN FERMENTASI TEMPE SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO RUMAH TANGGA DI DESA AIR KERUH
Abstract
Desa Air Keruh, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani yang masih mengandalkan penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Kondisi tersebut mendorong perlunya program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memproduksi tempe melalui proses fermentasi sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi pemutaran video proses pembuatan tempe, penyampaian materi mengenai tahapan fermentasi, serta praktik langsung pengemasan kedelai yang telah diinokulasi ragi. Peserta kemudian melanjutkan proses fermentasi secara mandiri di rumah selama 24-48 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memproduksi tempe dengan kualitas baik, ditandai dengan terbentuknya miselium putih yang merata, tekstur padat, dan aroma khas tempe. Dari aspek ekonomi, pengolahan 4 kg kedelai dengan total biaya produksi sebesar Rp83.500 berpotensi menghasilkan pendapatan hingga Rp100.000, sehingga memberikan peluang peningkatan nilai tambah produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi fermentasi sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan perempuan desa serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
References
Agistiana Azzahra, A. N., Al Toriq, M. R., & Sari, Y. A. F. (2024). Studi Penambahan Berbagai Jenis Tepung Terhadap Kualitas Starter Tempe Berdasarkan Parameter Lama Fermentasi. Jurnal Biotek, 12(1), 29–43. https://doi.org/10.24252/jb.v12i1.34313.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Muara Enim. (2024). Kecamatan Rambang Dalam Angka Rambang District In Figures 2024 (Vol. 17). BPS Kabupaten Muara Enim.
Pemerintah Desa Air Keruh. (2026). Profil Desa Air Keruh.
Saktiono, S. S., Kusumaningrum, S. B. C., Susilaningrum, D. F., Widiyastuti, P. A., Lestari, W., Arifa, S. U., Oktaviani, D. A., & Oktaviani, R. P. I. R. (2023). Analisis Vitamin C, Sifat Fisik, Dan Sifat Organoleptik Tempe Berbahan Dasar Kedelai Kuning (Glycine Max L), Kedelai Hijau (Glycin Max (L) Merrill), Kedelai Hitam (Glycine soja (L) Merrit). Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 22(2), 113–121. https://doi.org/10.33508/jtpg.v22i2.4753
Sari, W. P. (2024). Pengaruh Mikroba Dalam Proses Fermentasi Pembuatan Tempe. 2(3).
Winarti, L., Maswadi, M., Permadi, R., & Juliyanto, L. (2025). Kondisi Eksisting Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani: Peran Gender dan Pemberdayaan Istri Petani. Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(1), 1227. https://doi.org/10.25157/ma.v11i1.16920
Yuliantri, D., Rahmiwati, A., & Fajar N.A. (2025). Pemanfaatan Potensi Produk Fermentasi Tempe sebagai Pangan Fungsional. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 7(3), 1023–1036. https://doi.org/10.47476/reslaj.v7i3.7329
Copyright (c) 2026 Reni Septiyanti, Berliana Yusanti, Intan Permata Sari, Intan Triwika Delviana, Jery Dwi Putra Adha, Putri Rizki Aulia, Dwi Anggun Rahmawati, Nurazizah Nurazizah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
