PELATIHAN FERMENTASI TEMPE SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO RUMAH TANGGA DI DESA AIR KERUH

  • Reni Septiyanti Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Berliana Yusanti Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Intan Permata Sari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Intan Triwika Delviana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Jery Dwi Putra Adha Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Putri Rizki Aulia Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Dwi Anggun Rahmawati Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Nurazizah Nurazizah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Keywords: Women Empowerment, Tempe Fermentation, Household Economy, Food Processing

Abstract

Desa Air Keruh, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani yang masih mengandalkan penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Kondisi tersebut mendorong perlunya program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memproduksi tempe melalui proses fermentasi sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi pemutaran video proses pembuatan tempe, penyampaian materi mengenai tahapan fermentasi, serta praktik langsung pengemasan kedelai yang telah diinokulasi ragi. Peserta kemudian melanjutkan proses fermentasi secara mandiri di rumah selama 24-48 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memproduksi tempe dengan kualitas baik, ditandai dengan terbentuknya miselium putih yang merata, tekstur padat, dan aroma khas tempe. Dari aspek ekonomi, pengolahan 4 kg kedelai dengan total biaya produksi sebesar Rp83.500 berpotensi menghasilkan pendapatan hingga Rp100.000, sehingga memberikan peluang peningkatan nilai tambah produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi fermentasi sederhana dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan perempuan desa serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

References

Agistiana Azzahra, A. N., Al Toriq, M. R., & Sari, Y. A. F. (2024). Studi Penambahan Berbagai Jenis Tepung Terhadap Kualitas Starter Tempe Berdasarkan Parameter Lama Fermentasi. Jurnal Biotek, 12(1), 29–43. https://doi.org/10.24252/jb.v12i1.34313.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Muara Enim. (2024). Kecamatan Rambang Dalam Angka Rambang District In Figures 2024 (Vol. 17). BPS Kabupaten Muara Enim.

Pemerintah Desa Air Keruh. (2026). Profil Desa Air Keruh.

Saktiono, S. S., Kusumaningrum, S. B. C., Susilaningrum, D. F., Widiyastuti, P. A., Lestari, W., Arifa, S. U., Oktaviani, D. A., & Oktaviani, R. P. I. R. (2023). Analisis Vitamin C, Sifat Fisik, Dan Sifat Organoleptik Tempe Berbahan Dasar Kedelai Kuning (Glycine Max L), Kedelai Hijau (Glycin Max (L) Merrill), Kedelai Hitam (Glycine soja (L) Merrit). Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 22(2), 113–121. https://doi.org/10.33508/jtpg.v22i2.4753

Sari, W. P. (2024). Pengaruh Mikroba Dalam Proses Fermentasi Pembuatan Tempe. 2(3).

Winarti, L., Maswadi, M., Permadi, R., & Juliyanto, L. (2025). Kondisi Eksisting Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani: Peran Gender dan Pemberdayaan Istri Petani. Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(1), 1227. https://doi.org/10.25157/ma.v11i1.16920

Yuliantri, D., Rahmiwati, A., & Fajar N.A. (2025). Pemanfaatan Potensi Produk Fermentasi Tempe sebagai Pangan Fungsional. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 7(3), 1023–1036. https://doi.org/10.47476/reslaj.v7i3.7329

Published
2026-07-01
Section
Articles