PEMANFAATAN SEKAM PADI MENJADI PRODUK ARANG BRIKET RAMAH LINGKUNGAN DI DESA KARANGANYAR
Abstract
Program pembuatan arang briket berbasis limbah organik dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Bledo. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengidentifikasi bahan baku paling efektif dan efisien dalam menghasilkan arang briket, serta merancang strategi pengemasan produk agar memiliki nilai jual. Tiga jenis limbah organik kering diuji coba, yaitu daun kering, bonggol jagung, dan sekam padi. Hasil menunjukkan bahwa daun kering memiliki kualitas arang yang kurang baik karena kandungan lignin rendah sehingga lebih tepat dijadikan bahan penyala api. Bonggol jagung meskipun bertekstur padat, sulit diolah karena membutuhkan proses penggilingan dengan mesin khusus berbiaya tinggi sehingga tidak sesuai dengan kapasitas KWT. Sementara itu, sekam padi terbukti menjadi bahan baku paling ideal karena ketersediaannya melimpah, mudah diolah menjadi tepung arang tanpa peralatan kompleks, serta lebih ekonomis. Tahap pengemasan menggunakan plastik ziplock dipilih karena tahan udara, awet, murah, dan mendukung branding melalui desain sederhana. Dengan demikian, pemanfaatan sekam padi tidak hanya mampu mengurangi limbah pertanian yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha rumah tangga yang berdaya saing dan meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok masyarakat pedesaan.
Kata Kunci: arang briket, sekam padi, limbah organik, pemberdayaan masyarakat
References
Aprilia, M. D., Humaedi, S., & Darwis, R. S. (2025). Evaluasi Program Pemberdayaan Pada Praktik Pekerjaan Sosial Dengan Komunitas. Share: Social Work Journal, 15(1), 48-58.
Harini, N., Suhariyanto, D., Indriyani, I., Novaria, N., Santoso, A., & Yuniarti, E. (2023). Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Perekonomian Desa: Community Empowerment Assistance in Improving the Village Economy. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 4(2), 363-375.
Maidiana, M. (2021). ALACRITY: Journal Of Education. Journal Of Education, 1(2), 20–29.
Moulia, M. N., Rahayu, D., Ahmad, S. R., & Suliyanto, H. (2025). Kajian Kualitas Briket Sekam Padi sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Teknotan, 19(2), 77–80. https://doi.org/10.24198/jt.vol19n2.1
Sutisna, N. A., Rahmiati, F., & Amin, G. (2021). Optimalisasi Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Arang Sekam untuk Menambah Pendapatan Petani di Desa Sukamaju, Jawa Barat. Agro Bali: Agricultural Journal, 4(1), 116–126. https://doi.org/10.37637/ab.v4i1.691
White, G. W., Suchowierska, M., & Campbell, M. (2004). Developing and systematically implementing participatory action research. Archives of Physical Medicine and Rehabilitation, 85(SUPPL. 2), 3–12. https://doi.org/10.1016/j.apmr.2003.08.109
Dhaifullah, M. N., Yuningsih, M. A., Kusumawardhani, K. P., Kamila, N. C., Maulana, R., Yuliyani, Z., & Nurdiansah, E. (2025). Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Briket Arang dalam Upaya Peningkatan Nilai Tambah Limbah Pertanian. Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi Dan Perubahan, 5(5), 410–415.
Tehenasokhi Ziliwu, Andi Lisnawati, Farida Aryani, H. (2023). Studi Pembuatan Briket Sekam Padi dengan Penambahan Tepung Sagu sebagai Perekat pada Konsentrasi yang Berbeda. Buletin LOUPE, 19(02), 220–225.
Copyright (c) 2026 Muhamad Suharbillah, Isna Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
