PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PROGRAM RUMAH PELITA DAN EDU-CARD DI DESA KARANGANYAR, TEGAL

  • Ahmad Aulia Rohman Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • Wati Nilamsari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • Heny Erawati Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Keywords: toddler, nutrision, Participatory Action Research, The Supplementary Feeding Program, stunting

Abstract

Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh kembang anak balita dibawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek di usianya. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berimplikasi terhadap perkembangan kognitif, kecerdasan, daya tahan tubuh, serta produktivitas di masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor apa saja yang menimbulkan stunting di Desa Karanganyar, Tegal serta pencegahannya. Kajian penelitian ini menggunakan Metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan yang didapat oleh peneliti yaitu Program Rumah Pelita yang dikombinasikan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dan edukasi gizi melalui Education Card (Edu-Card) menunjukkan peningkatan berat badan balita dan pergeseran status gizi ke arah yang lebih baik, meskipun perbaikan tinggi badan belum signifikan. Program ini didukung oleh partisipasi aktif ibu balita, kpader posyandu, dan tenaga kesehatan, serta mampu meningkatkan pemahaman gizi dan kesadaran keluarga dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas.

References

Afandi, A., & Sucipto, A. (2020). Participatory Action Research (PAR): Metodologi Alternatif Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. Yogyakarta: LKiS.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta: Bappenas.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal / Puskesmas Kedungbanteng. Halaman/rilis program Rumah Pelita (inovasi lokal); 2023–2024

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. Bebas Stunting / Pedoman & materi komunikasi (publikasi terkait strategi penurunan stunting); 2021–2024.

Mulyaningsih, T., et al. (2021). Peran keluarga dan komunitas dalam pencegahan stunting di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 345–354.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Tim Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (STRANAS); 2020.

Rozi, M. F., Arida, V., Studi, P., Masyarakat, S.-P., & Dakwah, F. (2024). Pengorganisasian Masyarakat Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Gondang Wetan , Kecamatan Gondang Wetan , Kabupaten Pasuruan. 2(7), 2934.

Suryana, N., & Hilman, C. (2022). Konsep Dasar dan Teori Partisipasi Pendidikan. 2, 62.

Published
2026-01-06
Section
Articles