UPAYA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MELALUI LOMBA PERMAINAN TRADISIONAL DI WILAYAH MULYOREJO
Abstrak
Permainan tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang mulai ditinggalkan akibat dari perkembangan teknologi dan digitalisasi. Masyarakat cenderung lebih tertarik pada permainan modern yang menawarkan kepraktisan dibandingkan dengan permainan tradisional. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal permainan tradisional dengan mengkaji faktor-faktor penyebab menurunnya minat masyarakat terhadap permainan tradisional dan merumuskan strategi yang relevan dalam upaya pelestarian permainan tradisional di Kelurahan Mulyorejo. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif aktif dan kolaboratif yang melibatkan komunitas permainan tradisional, masyarakat kelurahan, dan pemerintah setempat. Pelaksanaan dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, sosialisasi inklusif, dan penyelenggaraan lomba permainan tradisional (terompah dan tarik tambang) pada 13 Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan masyarakat dengan partisipasi aktif pemuda, komunitas, perangkat kelurahan, dan masyarakat. Faktor penyebab menurunnya minat meliputi modernisasi teknologi, kurangnya sarana prasarana, waktu terbatas, dan hilangnya kesinambungan budaya. Strategi pelestarian yang dirumuskan mencakup integrasi ke pendidikan formal, penyelenggaraan lomba berkala, pemberdayaan komunitas lokal, pemanfaatan media sosial, pelatihan pelatih bersertifikat, dan revitalisasi ruang publik. Kegiatan ini berhasil menciptakan modal sosial yang kuat dan memperkuat identitas lokal masyarakat, sehingga dapat menjadi model pelestarian budaya yang berkelanjutan dan partisipatif.
Abstract
Traditional games are part of the local cultural heritage that is beginning to be abandoned due to technological developments and digitalization. People tend to be more interested in modern games that offer practicality compared to traditional games. This community service research aims to preserve the local culture of traditional games by examining the factors causing the decline in public interest in traditional games and formulating relevant strategies in the effort to preserve traditional games in Mulyorejo Village. The method used is an active and collaborative participatory approach involving the traditional game community, village residents, and local government. Implementation was carried out through in-depth interviews, direct observation, inclusive socialization, and the organization of traditional game competitions (terompah and tarik tambang) on July 13, 2025. The research results showed high enthusiasm from various segments of society, with active participation from youth, communities, village officials, and the general public.Factors contributing to the decline in interest include technological modernization, lack of infrastructure, limited time, and the loss of cultural continuity. The preservation strategies formulated include integration into formal education, holding regular competitions, empowering local communities, utilizing social media, training certified trainers, and revitalizing public spaces. These activities have successfully created strong social capital and strengthened the local identity of the community, thereby becoming a model for sustainable and participatory cultural preservation.
Referensi
Adi, I. W., Yasa, P., Putu, N., & Yasa, D. (2025). Implementasi permainan tradisional ke dalam bentuk game digital berbasis android untuk anak sekolah dasar. 12(3), 740–751.
Agung, I. G., Suryawan, J., Tinggi, S., Hindu, A., Mpu, N., & Singaraja, K. (n.d.). Permainan Tradisional Sebagai Media Pelestarian Budaya Dan Penanaman Nilai Karakter Bangsa.
Ahmal, Diqalbina, A. P., Meiriza, H. hesti, Febrianti, I., Ismail, K., Khausar, M. A., Rianto, R. M., Anggraeni, S., Sunariati, T. G., & Putri, W. Y. (2024). Melestarikan Warisan Budaya Melalui Permainan Gasing Tradisional Di Desa Pasir Kemilu. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 2(5), 284–289.
Arisman, Suhermon, & Hendriyanto, F. (2024). Nostalgia yang Terabaikan Permainan Tradisional Mulai Hilang dariKehidupan Anak-Anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 41757–41765.
Asmania, Shomedran, & Waty, E. R. kartika. (2024). Faktor Penyebab Tergerus Budaya Permainan Tradisional Di Desa Talang Dukun Ogan Ilir. Jurnall Inovasi Pendidikan, 7(5), 374–382.
Cargo, M., & Mercer, S. L. (2008). The value and challenges of participatory research: Strengthening its practice. Annual Review of Public Health, 29, 325–350. https://doi.org/10.1146/annurev.publhealth.29.091307.083824
Damayanti, S. N., Tiaraningrum, F. H., Nurefendi, J., & Lestari, E. Y. (2023). Pengenalan Permainan Tradisionaluntuk Melestarikan Budaya Indonesia. Jurnal Bina Desa, 5(1), 39–44.
Sava, I. B., & Harianto, S. (2024). Esensi Budaya Permainan Tradisional pada Anak-Anak di Era Globalisasi. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(4), 765–772. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i4.6030
Shahnaz Rusli, T., Yoseb Boari, Mp., Dahlia Amelia, Ms., drg Dewi Rahayu, M., Kes Ir Bambang Setiaji, M., Suhadarliyah, K., Syarfina, M., Ansar, Mp. C., Syahruddin, Mp., Amiruddin, Mk., & Ika Yuniwati, M. (n.d.). Pengantar Metodologi Pengabdian Masyarakat. https://penerbitzaini.com/
Tedi, W. (2015). Perubahan Jenis Permainan Tradisional Menjadi Permainan Modern Pada Anak-Anak Di Desa Ijuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau. Sociologique, 3(4),1–17.
Wulandari, D. (2025). Upaya Mengenalkan Nilai-nilai Kearifan Lokal melalui Permainan Tradisional Balogo Kalimantan. Early Childhood Journal, 4(2), 85–95. https://doi.org/10.30872/ecj.v4i2.4823
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
