PELATIHAN MEDIA DIGITAL DETEKSI DINI KESEHATAN MENTAL BERBANTUAN GLIDE APPS DENGAN CHATBOT AI UNTUK GURU BK SMA/MA KOTA KEDIRI
Abstrak
Layanan bimbingan dan konseling (BK) di SMA/MA menghadapi keterbatasan waktu tatap muka, rasio konselor–siswa yang tinggi, serta tuntutan dokumentasi yang akuntabel, sementara siswa kian nyaman pada kanal digital. Program pengabdian ini merespons kesenjangan tersebut melalui pelatihan dan pendampingan integrasi GlideApps (no-code) dan chatbot AI berbasis DASS-21 untuk deteksi dini dan layanan informasi BK. Metode menggunakan pendekatan partisipatif–implementatif dalam lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan & evaluasi, serta strategi keberlanjutan. Produk utama berupa situs “Mental Awareness Area (Mentara)” sebagai pusat informasi, formulir, jadwal, dan rujukan; serta chatbot AI tersemat untuk self-assessment dan triase awal yang mengalihkan kasus berisiko ke konselor. Evaluasi terhadap 46 guru BK menunjukkan adopsi GlideApps telah mencapai 32,6% implementasi penuh dan 34,8% uji coba; 26,1% pada tahap persiapan, dan 6,5% belum memulai. Penggunaan chatbot DASS-21 didominasi uji coba terbatas (45,7%) dan penggunaan rutin (17,4%); 26,1% berencana, 10,9% belum memulai. Rerata penilaian kemudahan dokumentasi dan peningkatan partisipasi siswa ~3,8/5. Hasil ini menegaskan solusi no-code + chatbot meningkatkan efisiensi administrasi, memperluas jangkauan layanan, dan menurunkan hambatan psikologis akses konseling. Kesimpulannya, model ini layak direplikasi dengan prasyarat penguatan literasi data, etika AI, infrastruktur sekolah, serta tata kelola berkelanjutan.
Referensi
Abu Bakar, A. Y., Dawson, C. S., & Ifdil, I. (2020). Students discipline problems perception of counseling services: a qualitative analysis. Journal of Counseling and Educational Technology, 3(2), 62. https://doi.org/10.32698/01191
Ajimati, M. O., Carroll, N., & Maher, M. (2024). Adoption of low-code and no-code development: A systematic literature review and future research agenda. Information and Software Technology. Advance online publication. https://doi.org/10.1016/j.infsof.2024.107555
Fadhilah, M. F., Alkindi, D., & Muhid, A. (2021). Cyber Counseling Sebagai Metode Meningkatkan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah: Literature Review. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 11(1), 86. https://doi.org/10.25273/counsellia.v11i1.8393
Fitzpatrick, K. K., Darcy, A., & Vierhile, M. (2017). Delivering cognitive behavior therapy to young adults with symptoms of depression and anxiety using a fully automated conversational agent (Woebot): A randomized controlled trial. JMIR Mental Health, 4(2), e19. https://doi.org/10.2196/mental.7785
Halqim, A. (2024). High-Tech Counselor in the Digital Era : Integrating Information Technology into Modern Guidance and Counseling Practices. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 8(2), 72–82.
Huang, R., Li, Z., & Chen, X. (2025). Chatbots in education: A systematic review of objectives, underlying theories, educational contexts, and challenges. Computers & Education, 228, 105123. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2025.105123
Kuhail, M. A., Alturki, N., Alramlawi, S., & Alhejori, K. (2023). Interacting with educational chatbots: A systematic review. Education and Information Technologies, 28, 973–1018. https://doi.org/10.1007/s10639-022-11177-3
Liu, L., Li, W., & Scherer, R. (2016). Technology in Counseling Education and Practice: Case Analysis and a Dynamic Course Design. International Journal of Technology in Teaching and Learning, 12(2), 123–138.
Nicol, G., Wang, R., Graham, S., Dodd, S., & Garbutt, J. (2022). Chatbot-delivered cognitive behavioral therapy in adolescents with depression and anxiety during the COVID-19 pandemic: Feasibility and acceptability study. JMIR Formative Research, 6(11), e40242. https://doi.org/10.2196/40242
Okonkwo, C. W., & Ade-Ibijola, A. (2021). Chatbots applications in education: A systematic review. Computers and Education: Artificial Intelligence, 2, 100033. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2021.100033
Rahmawati, A. I. N., Ariffudin, I., Latifah, L., & Soejanto, L. T. (2021). “say no to coding”: Designing of mobile-app-based learning media using Glide apps. Journal of Physics: Conference Series, 1869(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1869/1/012079
Rokis, K., & Kirikova, M. (2022). Challenges of low-code/no-code software development: A literature review. In ?. Nazaruka, K. Sandkuhl, & U. Seigerroth (Eds.), Perspectives in Business Informatics Research (BIR 2022) (LNBIP Vol. 462, pp. 3–17). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-16947-2_1
Wahidah, L. M. (2024). Stigma Negatif Peserta Didik Terhadap Guru Bimbingan. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 11(1), 89–98.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
