MEMBENTUK MENTAL HEALTH PADA SISWA UNTUK MENCEGAH KEKERASAN (Studi SMA Negeri 5 Kota Tangerang)
Abstract
Kesehatan mental merupakan keadaan di mana individu mampu mengatasi tekanan hidup, melakukan aktivitas produktif, dan berkontribusi terhadap lingkungan, sehingga mencapai potensi dirinya secara optimal. Remaja yang berada dalam tahap peralihan banyak mengalami perubahan dalam fase hidupnya. Hal ini menjadikan remaja memiliki banyak keraguan dan cenderung kesulitan untuk mengatasi masalahnya sendiri. Untuk itu, keluarga sebagai unit terkecil meemgang peranan yang sangat krusial dalam membantu remaja menemukan jati dirinya. Pemahaman tentang dirinya sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangannya, membuat mereka merasa dihargai dan diterima oleh orang-orang di sekitarnya. Kegiatan pengabdian ini penting karena dapat memberikan pemahaman yang tepat tentang kesehatan mental siswa. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diketahui bahwa kurangnya ruang untuk didengarkan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kesehatan mental remaja. Pengabdian ini merupakan kerangka penelitian kualitatif dengan data empiris yang melibatkan siswa SMA Negeri 5 Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan masih ada anak yang mengalami hambatan untuk bercerita kepada orangtuanya karena orangtuanya memiliki keterbatasan waktu untuk mendengarkan. Mengingat bahwa bercerita merupakan upaya meningkatkan kesehatan mental, diharapkan orangtua dapat lebih memberikan ruang bagi anak untuk dapat mengekspresikan dan memvalidasi perasaannya.