PERWUJUDAN SIMBOLISME SITIHINGGIL UTARA KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT (Analisis pada Aspek Arsitektur Secara Makro)

  • RULLY RULLY
Abstract views: 204 , PDF downloads: 96

Abstract

Sitihinggil Utara (Lor) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu bagian wilayah Paseban Lor (Utara) pada Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dalam media budaya orang Jawa, simbolisme merupakan media untuk menguraikan atau menggambarkan sesuatu. Simbolisme dalam budaya Jawa sangat menonjol peranannya dalam religi, tradisi/adat istiadat dan ilmu pengetahuan.

Aspek arsitektur adalah pandangan terhadap wujud arsitektur. Di dalam aspek fisik arsitektur antara lain terdiri dari :  tata bangunan, orientasi bangunan, denah, dinding dan bukaan, atap, sistem struktur, ornamen dan ragam hias, bahan bangunan yang digunakan, sumbu/axis.

Dalam ungkapan fisik arsitektur hubungan ruang dibagi menjadi ruang di dalam ruang, ruang-ruang yang saling berkaitan, ruang-ruang yang bersebelahan, ruang-ruang yang dihubungkan oleh sebuah ruang bersama,

Berdasarkan analisa konsep tata letak bangunan Sitihinggil Utara ditinjau dari aspek perancangan arsitekturnya aura magis pada Sitihinggil Utara terwujud pada orientasi bangunan-bangunannya yang menuju ke arah pusat (Bangsal Sewayana). Sehingga bangunan yang merupakan pusat orientasi tersebut mempunyai nilai kesakralan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan-bangunan yang lain disekitarnya.

Hubungan ruang atau wilayah yang terdapat pada Sitihinggil Utara saling berkaitan, keraton menggambarkan proses perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan hidup dan menuju ke alam baka.

Author Biography

RULLY RULLY
FT UTP SKA
How to Cite
RULLY, R. (1). PERWUJUDAN SIMBOLISME SITIHINGGIL UTARA KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT (Analisis pada Aspek Arsitektur Secara Makro). Jurnal Teknik Sipil Dan Arsitektur, 11(15). Retrieved from http://ejournal.utp.ac.id/index.php/JTSA/article/view/383

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>