PUSAT PAMERAN SENI BUDAYA POPULER DAN CREATIVE HUB DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK

  • Daffa Muhammad Jauzza Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
  • Eny Krisnawati Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Abstrak

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan di Indonesia, dengan kekayaan tradisi yang berpadu dengan dinamika perkembangan zaman. Perkembangan budaya populer (pop culture) yang mencakup musik, film, komik, fashion, dan media digital telah menciptakan kebutuhan akan ruang khusus yang mampu mengakomodasi ekspresi kreatif generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Namun, sebagian besar museum dan pameran di Yogyakarta masih berfokus pada seni rupa klasik dan budaya tradisional, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi budaya populer. Penelitian ini mengkaji urgensi dan potensi pembangunan Pusat Pameran Seni Budaya Populer dan Creative Hub di Yogyakarta, yang dirancang sebagai ruang kolaboratif, edukatif, dan kreatif bagi seniman, komunitas, pelajar, dan pelaku industri kreatif. Melalui pendekatan desain biofilik, fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas pengguna, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya lokal dalam bingkai globalisasi. Pusat ini akan menyediakan ruang pamer, area pertunjukan, fasilitas kerja bersama, dan program pendukung seperti pelatihan, lokakarya, serta wadah pemasaran karya seni. Hasil perancangan diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem seni dan budaya di Yogyakarta, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi kreatif, menciptakan peluang kerja, dan menjembatani kesenjangan antara budaya tradisional dan budaya populer.

Referensi

Syamsul Dwi Maarif, “Profil Kota Yogyakarta: Sejarah, Geografi, dan Peta Wilayah DIY.â€

F. F. Dyahpitaloka, “PERANCANGAN CREATIVE HUB DENGAN PENDEKATAN PERILAKU DI KOTA YOGYAKARTA,†Tugas akhir, Jurusan Teknik ,Universitas Atma Jaya Yogyakarta., 2023.

S. Hati Putri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, “Konstruk Budaya Populer Korea Terhadap Aktivitas Sosial Mahasiswa (Studi Kasus Mahasiswi Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta),†J. Kaji. Islam Interdisip., vol. 1, pp. 45–66, 2022.

A. Istiqomah and D. Widiyanto, “Ancaman Budaya Pop (Pop Culture) Terhadap Penguatan Identitas Nasional Masyarakat Urban,†J. KALACAKRA Ilmu Sos. dan Pendidik., vol. 1, no. 1, p. 18, 2020, doi: 10.31002/kalacakra.v1i1.2687.

N. Syella Deocta, “Analisis Pengaruh Budaya Populer terhadap Kepribadian Remaja di Indonesia,†Online) |, vol. 18, no. 1, pp. 2964–9056, 2024, [Online]. Available: www.plus62.isha.or.id/index.php/abdimas

Fatimah Fatimah and Santi Aulia Rahma, “Pengaruh Budaya Pop Global Terhadap Nilai dan Identitas Generasi Z pada Masa Kini,†CENDEKIA J. Ilmu Sos. Bhs. dan Pendidik., vol. 5, no. 1, pp. 273–285, 2025, doi: 10.55606/cendekia.v5i1.3526.

L. Widyawati, “Fenomena Budaya Pop Dalam Ruang Publik Kota Yogyakarta,†J. Kalibr. Karya Lintas Ilmu Bid. Rekayasa Arsitektur, Sipil, Ind., vol. 2, no. 2, pp. 72–86, 2019, doi: 10.37721/kalibrasi.v2i0.580.

J. 2023. C. Aulia Haninditha, “Creative Hub dan Co-working Space dengan Pendekatan Biophilic Design di Kota Yogyakarta,†Jurnal Poster Pirata Syandana, vol. 4, no. 2, “No Titleâ€.

R. Ihad, “Pusat Kesenian Modern dan Kontemporer dengan Pendekatan Zero Carbon Readyâ€.

K. Convention, E. Centre, B. On, and M. Tourism, “KLATEN CONVENTION AND EXHIBITION CENTRE,†vol. II, no. Ii, pp. 94–105, 2024.

I. W. Y. Astra, I. N. Warnata, and I. W. Parwata, “Perencanaan dan Perancangan,†J. Ilm. Arsit. Univ. Warmadewa, vol. 10, no. 2, pp. 318–326, 2022, [Online]. Available: https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/undagi/index

N. A. Amalia and D. Agustin, “Peranan Pusat Seni dan Budaya sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Budaya Lokal,†Sinektika J. Arsit., vol. 19, no. 1, pp. 34–40, 2022, doi: 10.23917/sinektika.v19i1.13707.

A. Diar Iswari, “Perancangan Interior Jogja Creative Hub Di Daerah Istimewa Yogyakarta Interior Design Planning of Jogja Creative Hub At Special Region of Yogyakarta,†e-Proceeding Art Des., vol. 5, no. 3, pp. 3236–3244, 2018.

N. Bungawali and A. F. Satwikasari, “Kajian Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Science Center (Studi Kasus?: Ecorium National Institute of Ecology, South Korea),†PURWARUPA J. Arsit., vol. 8, no. 1, p. 83, 2024, doi: 10.24853/purwarupa.8.1.83-90.

A. Apriani, U. Mustaqimah, and A. Marlina, “Penerapan Arsitektur Biofilik pada Pusat Pertanian Perkotaan di Surakarta,†Senthong, vol. 6, no. 2, pp. 543–552, 2023,

Diterbitkan
2026-05-26
Bagian
Articles