ANALISIS PENGGUNAAN MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN PADA PROYEK PERUMAHAN DI SLEMAN YOGYAKARTA
Abstrak
Kabupaten Sleman, Yogyakarta, merupakan salah satu wilayah dengan perkembangan perumahan yang cukup pesat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan lahan, konsumsi material bangunan, serta pemanfaatan energi yang berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, penggunaan material ramah lingkungan menjadi strategi penting untuk menekan dampak negatif tersebut sekaligus meningkatkan kualitas hunian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan material ramah lingkungan pada proyek perumahan di Kabupaten Sleman serta kontribusinya terhadap efisiensi energi dan kualitas lingkungan hunian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur, analisis regulasi bangunan gedung hijau, serta kajian karakteristik material ramah lingkungan yang sesuai dengan iklim tropis lembap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan material lokal, material bersertifikat, dan material rendah emisi berpotensi menurunkan dampak lingkungan, mengurangi konsumsi energi, serta meningkatkan kenyamanan termal bangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan material ramah lingkungan pada perumahan di Sleman dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung arsitektur berkelanjutan dan implementasi kebijakan bangunan hijau di Indonesia.
Referensi
. Akmal, I. (2018). Arsitektur tropis dan penerapannya pada bangunan hunian di Indonesia. Jakarta: Griya Kreasi.
. Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 03-6389-2019: Konservasi energi pada selubung bangunan. Jakarta: BSN.
. Darko, A., & Chan, A. P. C. (2016). Critical analysis of green building research trends in construction journals. Habitat International, 57, 53–63.
. Lasino. (2022). Penerapan material ramah lingkungan pada bangunan gedung hijau sesuai Peraturan Menteri PUPR No. 21/PRT/M/2021. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Permukiman.
. Pradana, C. H., & Hariyani, D. S. (2021). Penerapan material yang ramah lingkungan pada bangunan di Indonesia. Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI).
. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puslitbang Perkim). (2020). Konsep bangunan hijau pada perumahan di wilayah tropis. Bandung: Kementerian PUPR.
. Santamouris, M. (2015). Regulating the damaged thermostat of the cities—Status, impacts and mitigation challenges. Energy and Buildings, 91, 43–56.
. Wulandari, R., Barliana, M. S., & Permanasari, D. C. (2023). Kajian pemilihan material bahan bangunan ramah lingkungan (green material) dan material baru dalam desain arsitektur dan interior. Jurnal Arsitektur ZONASI, 6(2).
. Yudelson, J. (2010). Green building through integrated design. New York: McGraw-Hill.
. Zuo, J., & Zhao, Z.-Y. (2014). Green building research—Current status and future agenda. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 30, 271–281.
. Kibert, C. J. (2016). Sustainable construction: Green building design and delivery. Hoboken: John Wiley & Sons.
. Ding, G. K. C. (2014). Life cycle assessment (LCA) of sustainable building materials. Building Research & Information, 42(5), 1–12.
. Santoso, A., & Wibowo, A. (2019). Penerapan konsep bangunan hijau pada perumahan tropis di Indonesia. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 6(2), 85–94.
. UNEP. (2020). 2020 Global Status Report for Buildings and Construction. Nairobi: United Nations Environment Programme.
. Elkington, J. (1997). Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Oxford: Capstone.
. WCED. (1987). Our Common Future. Oxford: Oxford University Press.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##