PERANCANGAN RESORT BINTANG 4 DI KAWASAN PEGUNUNGAN MENOREH KULON PROGO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK
Abstrak
Perkembangan pariwisata di kawasan Pegunungan Menoreh meningkat seiring pembangunan Jalur Bedah Menoreh dan konektivitas menuju Yogyakarta International Airport. Namun, ketersediaan akomodasi berstandar tinggi di kawasan tersebut masih terbatas sehingga durasi tinggal wisatawan relatif singkat. Penelitian ini bertujuan merancang resort bintang empat dengan pendekatan arsitektur biofilik yang mampu menghadirkan pengalaman relaksasi sekaligus menerapkan prinsip desain hemat energi. Metode yang digunakan berupa pendekatan deduktif melalui studi literatur, observasi tapak, analisis iklim, analisis aktivitas pengguna, serta penerapan prinsip biofilik dan desain pasif pada bangunan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa strategi hemat energi diterapkan melalui orientasi massa bangunan mengikuti kontur dan arah angin, penggunaan ventilasi silang, pencahayaan alami, skylight, roof garden, vegetasi peneduh, serta material alami lokal seperti kayu dan batu alam. Pendekatan biofilik juga diterapkan melalui integrasi lanskap alami, ruang semi terbuka, dan visual panorama Pegunungan Menoreh untuk meningkatkan kenyamanan termal dan psikologis pengguna. Penerapan strategi tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi buatan sekaligus menciptakan resort yang adaptif terhadap iklim tropis dan berkelanjutan.
Referensi
. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo. (2024). Kabupaten Kulon Progo dalam angka 2024. Kulon Progo: BPS Kabupaten Kulon Progo.
. Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2024). Statistik pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: BPS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
. Bayu Aditya Pratama Putra, Eva Elviana (2024), Penerapan Arsitektur Biophilic pada Ulaman Resort, Journal of Education Research, 5(2), 2024, Pages 1037-1048.
. Damanik, J., & Weber, H. F. (2021). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset.
. Kellert, S. R. (2015). Biophilic design: The theory, science and practice of bringing buildings to life. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
. Kellert, S. R., Heerwagen, J. H., & Mador, M. L. (2008). Biophilic design: The theory, science, and practice of bringing buildings to life. New York: Wiley.
. N. H. Adilah (2022), "HOTEL RESORT BINTANG 4 DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR BIOFILIK DI KABUPATEN KUNINGAN," Jurnal Poster Pirata Syandana, vol. 3, no. 2, Jun. 2022.
. Neufert, E. (2012). Architects’ data (4th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.
. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung.
. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. (2019). Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019–2039. Kulon Progo: Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. (2023). Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Samigaluh. Kulon Progo: Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
. Ramadhan, A., & Shofwan, M. (2024). Pengembangan pariwisata berbasis alam di kawasan Pegunungan Menoreh. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 19(2), 115–128.
. Standar Nasional Indonesia. (2001). SNI 03-6575-2001 Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
. Standar Nasional Indonesia. (2001). SNI 03-6572-2001 Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
. Mochammad Suva Nugraha, Tubagus Mulkan Azima (2025), Perancangan Resort Berkelanjutan Berbasis Arsitektur Ekologi (Studi Kasus: Pengembangan Pantai Karang Papak Garut), Jurnal Ilmiah Urban Desain dan Arsitektur, DOI: 10.33364/jidar/v.3-1.2719
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##