HAND GRIP DAN PLYOMETRIC SQUAD JUMP PADA KEKUATAN CENGKERAMAN DAN KECEPATAN ATLET PANJAT TEBING
Abstract
Performa panjat tebing, khususnya pada nomor speed climbing, sangat dipengaruhi oleh kekuatan cengkeraman dan kecepatan gerak. Banyak atlet mengalami keterbatasan performa akibat lemahnya kekuatan genggaman tangan dan daya ledak otot tungkai, yang berdampak negatif terhadap efisiensi memanjat dan pencapaian waktu tempuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi latihan hand grip dan plyometric squat jump terhadap peningkatan kekuatan cengkeraman dan kecepatan atlet panjat tebing di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen one-group pretest–posttest dengan melibatkan 35 atlet panjat tebing Kabupaten Buleleng. Subjek penelitian mengikuti program latihan kombinasi hand grip dan plyometric squat jump selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali latihan per minggu. Kekuatan cengkeraman diukur menggunakan handgrip dynamometer, sedangkan kecepatan memanjat diukur melalui tes speed climbing standar, yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik berpasangan dengan taraf signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kekuatan cengkeraman (p < 0,05) dan kecepatan atlet panjat tebing (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa program latihan kombinasi tersebut memberikan pengaruh yang bermakna secara statistik terhadap kekuatan anggota tubuh atas dan kecepatan gerak atlet. Kombinasi latihan hand grip dan plyometric squat jump terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan cengkeraman dan performa kecepatan atlet panjat tebing. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pelatih dan institusi olahraga dalam merancang program latihan terintegrasi dan spesifik cabang olahraga untuk mengoptimalkan performa atlet pada nomor speed climbing.
Kata kunci: latihan hand grip; plyometric squat jump; kekuatan cengkeraman; kecepatan memanjat; performa panjat tebing
