EFEKTIVITAS LATIHAN PLYOMETRIC HIBRIDA TERHADAP KEKUATAN LOMPAT TINGGI PADA SISWA SMP 2 SINJAI
Abstract
Abstrak Latihan plyometric hibrida merupakan pendekatan terintegrasi yang memadukan depth jump, box jump, dan bounding dalam satu program berperiodisasi, dengan tujuan memaksimalkan adaptasi neuromuskular dan daya ledak tungkai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas latihan plyometric hibrida terhadap peningkatan kemampuan lompat tinggi pada siswa SMP Negeri 2 Sinjai. Metode penelitian quasi-eksperimental pretest-posttest nonequivalent control group design dengan sampel 30 siswa putra (usia 13–15 tahun) melalui purposive sampling, dibagi menjadi kelompok eksperimen (n = 15) dengan latihan plyometric hibrida dan kelompok kontrol (n = 15) dengan pembelajaran pendidikan jasmani konvensional. Intervensi berlangsung delapan minggu dengan frekuensi tiga sesi per minggu. Tinggi lompatan diukur menggunakan Vertec jump tester (validitas = .91, reliabilitas = .94). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent samples t-test (? = .05) pada SPSS versi 26. Hasil menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada kelompok eksperimen (pretest: 119,4 ± 6,8 cm; posttest: 134,7 ± 5,9 cm; t(14) = 10,42; p < .001; d = 2,21), sedangkan kelompok kontrol meningkat secara lebih terbatas (pretest: 118,9 ± 7,1 cm; posttest: 122,6 ± 6,5 cm; t(14) = 2,38; p = .032; d = 0,57). Perbandingan antarkelompok mengonfirmasi perbedaan posttest yang signifikan (t(28) = 5,67; p < .001; ?2 = .53). Latihan plyometric hibrida terbukti secara substansial lebih efektif dibandingkan latihan konvensional dalam mengembangkan daya ledak tungkai pada siswa sekolah menengah pertama.
