PERAN KADER DALAM DETEKSI DINI KEHAMILAN RESIKO TINGGI DI RW.01 DESA MANGUNJAYA KAB BEKASI

  • Tita Afiatun Nafsih Universitas Medika suherman
  • Rohani Siregar Universitas Medika Suherman
  • Sulastri Universitas Medika Suherman
  • Syifa Fauziah Universitas Medika Suherman
  • Tia Idmar Suhita Universitas Medika Suherman
  • Suhayati Universitas Medika Suherman
Keywords: Peran Kader; Kehamilan Resiko Tinggi; Posyandu; Ibu hamil;

Abstract

Menurut WHO Pada tahun 2023 Angka Kematian Ibu 189 per 100.000 kelahiran hidup, faktor penyebab kematian Ibu yaitu terjadi akibat komplikasi saat dan pasca persalinan. Rendahnya angka kematian ibu (MMR) merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat suatu negara. Di Indonesia angka mortalitas ibu masih relatif tinggi. Pada tahun 2022, Kemenkes mencatat AKI sekitar 183 per 100.000 kelahiran hidup. Diperkotaan, meski sarana dan prasarana kesehatan relatif lebih tersedia, kenyataannya masih banyak ibu hamil yang tidak terdeteksi memiliki risiko tinggi sejak awal kehamilan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor salahsatunya adalah keterbatasan tenaga Kesehatan. Oleh karena itu, peran serta masyarakat, khususnya kader kesehatan, menjadi sangat penting dalam mendeteksi secara dini kehamilan risiko tinggi.

Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat komunitas. Mereka memiliki kedekatan sosial dan emosional dengan masyarakat, sehingga lebih mudah diterima dan dipercaya. Dengan pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan, pendampingan, serta pemberian informasi yang memadai, mereka dapat menjadi mitra strategis dalam mendeteksi tanda-tanda awal kehamilan risiko tinggi dan mendorong ibu hamil untuk segera mengakses layanan kesehatan yang sesuai.

Desain penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kulitatif. Dimana dalam penelitian ini terdapat hasil prestest dan postest yang didapatkan dari hasil penyuluhan peran dan pengetahuan kader dalam pendampingan kehamilan resiko tinggi sebanyak 20 orang kader. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 20 orang kader pemahaman kehamilan resiko tinggi pada saat prestest 40% setelah dilakukan penyuluhan didapatkan pemahaman naik menjadi 88%, pengetahuan resiko tinggi pada saat pretest didapatkan 42% setelah dilakukan penyuluhan naik menjadi 82%,pengetahuan tentang pencegahan kehamilan resiko tinggi saat pretest yaitu 30% setelah penyuluhan naik menjadi 73%,tanda tanda kehamilan resiko tinggi 23% setelah penyuluhan didapatkan hasil menjadi 71%, terakhir rasa percaya diri kader saat pretest didapatkan hasil 30% setelah penyuluhan menjadi 78%.

 

Kata Kunci: Peran Kader; Kehamilan Resiko Tinggi; Posyandu; Ibu hamil

Author Biography

Rohani Siregar, Universitas Medika Suherman

Dosen Universitas Medika Suherman

Published
2025-05-27