CERDAS DIGITAL, SEHAT MENTAL: EDUKASI KRITIS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENCEGAH KECEMASAN PADA PENGAJAR DAYCARE AL-GHAZI

  • Tri Na'imah Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Anniez Rachmawati Musslifah Universitas Sahid Surakarta
  • Risma Sakti Pambudi
  • Evelyne Henny Lukitasari
  • Reni Ariastuti
  • Astri Charolina
Keywords: Digital Literacy, Anxiety, Teachers, Daycare

Abstract

Profesi pengajar daycare menuntut stabilitas emosi yang tinggi, namun mereka juga rentan terhadap tekanan psikologis dari penggunaan media sosial, seperti kecemasan yang dipicu oleh perbandingan sosial dan kelelahan digital. Sayangnya, kelompok profesi ini sering terabaikan dalam program intervensi kesehatan mental. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui program edukasi "Cerdas Digital, Sehat Mental" dengan pendekatan community development pada pengajar di Daycare Al-Ghazi. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: asesmen awal melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pengukuran tingkat kecemasan (pre-test) menggunakan skala GAD-7; intervensi berupa workshop interaktif mengenai literasi digital kritis dan strategi manajemen stres; serta pemberdayaan melalui fasilitasi peer support group. Hasil program menunjukkan adanya penurunan skor rata-rata kecemasan yang signifikan secara statistik (p < 0.001) dari level sedang (M=11.87) pada pre-test menjadi level ringan (M=6.40) pada post-test. Temuan kualitatif juga mengonfirmasi adanya pergeseran kesadaran dari pengguna pasif menjadi pengguna media yang lebih kritis dan berdaya. Program ini berhasil membuktikan bahwa edukasi literasi digital kritis yang dikombinasikan dengan pemberdayaan komunitas efektif sebagai strategi preventif untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pengajar, yang pada akhirnya berinvestasi pada kualitas lingkungan pendidikan anak usia dini.

Published
2026-06-03