PELATIHAN PEMBUATAN BATIK ECOPRINT UNTUK PEMBEKALAN KEWIRAUSAHAN SISWA SMAN 1 REJOSO, NGANJUK
Abstract
Batik ecoprint adalah teknik batik yang menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan batang tumbuhan untuk menciptakan motif pada kain. Teknik ini berbeda dengan batik tradisional yang menggunakan lilin (malam) untuk membuat motif, ecoprint memanfaatkan pigmen warna alami dari tumbuhan untuk mentransfer warna ke serat kain. Proses ini menghasilkan motif yang unik, organik, dan ramah lingkungan. Perbedaan Batik Ecoprint dengan Batik Tradisional: Pewarna: Batik tradisional menggunakan malam (lilin) untuk membuat motif dan pewarna kimia, sedangkan batik ecoprint menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan batang tumbuhan. Pada tahap desain ini tim PKM melakukan perancangam awal program pelatihan, merancang materi pelatihan dan merancang evaluasi pelatihan secara konseptual yang nantinya akan dijadikan dasar dalam tahapan pengembangan. Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah yang dialami mitra adalah sebagai berikut, yakni pemberian pelatihan terhadap guru yang telah diidentifikasi sebelumnya. Pemberian pelatihan ini dilakukan di sekolah,Tahap implementasi pelatihan dilakukan secara tahap muka dan penugasan. Tahap evaluasi dilakukan dengan mengevaluasi hasil penugasan kepada peserta terkait pembuatan batik ecoprint. Hasil PKM ini memberikan dampak yang bermakna bagi siswa SMAN 1 Rejoso Nganjuk. Kegiatan pelatihan ecoprint ini berhasil dilaksanakan dengan baik dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Antusiasme siswa dalam kegiatan ini membuktikan bahwa metode pembelajaran langsung (experiential learning) sangat efektif. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan seni tetapi juga sukses menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan potensi kewirausahaan. Kegiatan ini mendukung SDGs 4,8 dan 9
