TEKNIS PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROGRAM RESILIENSI MELALUI OLAHRAGA AIR
Abstract
Akhir-akhir ini perundungan kiat marak terjadi dilingkungan sekolah. Perundungan terhadap siswa tidak mengenal latar belakang siswa. Maka siswa tidak resiliensi dalam menghadapi perundungan, tentu siswa akan tergerus oleh keadaan. Salah satu alasan mengapa PKM Dosen lingkungan Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Palembang melaksanakan workshop dengan tema “Program Penguatan Resiliensi Siswa Melalui Terapi Air (Hidroterapi): Worskhop Dilingkungan Siswa SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi” adalah agar siswa dapat dibekali kemampuan resiliens yang baik. Sehingga dalam menerima respon yang mungkin terjadi akibat perundungan, maka siswa tersebut dapat beradaptasi dengan baik. Metode kegiatan berbentuk pelatihan (workshop), pendampingan, praktikkum, evaluasi dan follow up. Tempat pelaksanaan kegiatan di SMA Negeri 2 Talang Ubi. Organisasi pelaksanaan kegiatan diketuai oleh Hengki Kumbara, M.Kes, M.Pd, AIFO dan beranggotakan Dr. Bambang Hermansyah, M.Pd, Endie Riyoko, M.Pd, Ilham Arvan Junaidi, M.Pd, Puput Sekar Sari, M.Pd, Farizal Imansyah, M.Pd. Satu orang mahasiswa sebagai pendukung kegiatan yaitu Maulidina Juan Gustiar merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas PGRI Palembang. Pengabdian yang dilakukan kelompok dosen dilingkungan Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas PGRI Palembang dengann tema “Program penguatan resiliensi siswa melalui terapi air (hidroterapi)” menghasilkan kesimpulan bahwa bahwa terjadi penurunan rasa kekhawatiran siswa terhadap bahaya perundungan sebesar 7,9 poin hal ini menandakan bahwa tingkat pemahaman siswa akan pentingnya penguatan resiliensi melalui program-program yang dicapai melalui program hidroterapi. Selama kegiatan workshop sebesar 83,7% siswa terlibat aktif, antusias dan merespon baik kegiatan pelatihan dan 87.3% siswa memiliki kemampuan dalam menyusun program.
Kata Kunci: Program; Penguatan; Resiliensi; Olahraga; Air
