PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR DAN ASSESMEN LITERASI SECARA INKLUSIF BAGI GURU SD LABSCHOOL UNTUK DIAGNOSTIK AWAL SISWA
Abstract
Guru memiliki peran penting dalam menyusun bahan ajar dan asesmen diagnostik sebagai dasar perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hasil analisis kebutuhan di SD Labschool Universitas Negeri Surabaya menunjukkan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun bahan ajar dan instrumen asesmen literasi yang kontekstual, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di sekolah inklusif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar dan asesmen literasi secara inklusif untuk mendukung pelaksanaan diagnostik awal siswa. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan selama 32 jam pelajaran, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup konsep literasi, asesmen diagnostik, pembelajaran inklusif, penyusunan bahan ajar, dan pengembangan instrumen asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar yang lebih kontekstual, adaptif, dan inklusif serta mengembangkan instrumen asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan awal literasi peserta didik. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan, contoh bahan ajar berbasis literasi, instrumen asesmen diagnostik, dokumentasi kegiatan, serta artikel ilmiah. Program ini juga memperkuat kemitraan antara Universitas Negeri Surabaya dan SD Labschool UNESA dalam mendukung implementasi pembelajaran inklusif berbasis asesmen diagnostik, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan dasar yang lebih berpusat pada kebutuhan peserta didik.

