PELATIHAN PEMBUATAN KOMPONEN KURSI DENGAN MATERIAL BAMBU DI SLB PAEDAGOGIA MAOSPATI - MAGETAN
Abstract
Difabel merupakan individu yang berbeda, mereka memiliki keterbatasan. Keterbatasan yang dimikiki difabel bisa berupa fisik atau mental, dan bisa juga keduanya. Keterbatasan tersebut bukan berarti difabel tidak mampu melakukan aktivitas, namun keterbatasan tersebut membutuhkan pendampingan oleh non-difabel agar mampu beraktivitas. Kemampuan tersebut seolah tersembunyi dan akan muncul pada saat dilakukan pendampingan untuk aktivitas tertentu. Dengan pendampingan, maka difabel akan diberdayakan untuk melakukan aktivitas tertentu. Hal ini disadari oleh Tim dosen dari Universitas Katolik Darma Cendika yang telah melakukan pengembangan IPTEK untuk dilakukan oleh difabel. Pengembangan IPTEK tersebut merupakan penyederhanaan proses produksi dan kolaborasi dengan non-difabel. Tujuan dari pengembangan IPTEK tersebut agar difabel mampu melakukan aktifitas bersama non-difabel untuk memproduksi komponen kursi dari material bambu. Bambu merupakan tanaman yang mudah dijumpai dimana-mana serta memiliki banyak manfaat. Pemberdayaan dilaksanakan melalui metode pelatihan dengan pendekatan pendampingan, pelatihan dan praktek secara langsung. Pendampingan dilakukan oleh Tim dosen, Guru dan Mahasiswa. Pelatihan dilakukan dengan memperagakan cara kerja selanjutnya praktek langsung diikuti oleh difabel. Pendamping akan membantu dan memperbaiki kesalahan yang dikerjakan oleh difabel. Dengan demikian difabel akan tahu kesalahan dan melakukan yang benar. Metode ini dilakukan untuk semua tahapan proses produksi yang akan dikerjakan. Kolaborasi yang terjadi antara difabel dengan non-difabel memiliki peran yang berbeda. Porsi kerja non-difabel lebih banyak dibandingkan difabel. Pekerjaan dengan mesin yang beresiko tidak dikerjakan oleh difabel, hal ini untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja. Kesimpulan dari pelatihan ini, difabel ternyata mampu mengikuti pelatihan dan merasa percaya diri karena bermanfaat bagi orang lain. Pelatihan ini telah menghasilkan kursi tunggu tanpa sandaran. Senyum bangga difabel melihat karya mereka telah selesai dan dapat digunakan.
References
Afriansyah. (2023). Pemberdayaan Masyarakat. Padang, Sumatera Barat: PT Global Eksekutif Teknologi.
Al-Hadist., G. (2023). Inovasi Pembelajaran Dan Teknologi Bantu Untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Learning Innovations And Assistive Technology For Students With special Needs. . Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 3 Oktober , 67-76.
Labibah, K. (2025). Dampak Pendekatan Pembelajaran Kolaboratif terhadap Keterampilan Sosial Siswa . Journal of Student Research Volume. 3 Nomor 1, 181-190.
Muallifah. (2022). Model pendampingan pada mahasiswa difabel untuk menunjang keberhasilan akademik. PSIKOISLAMIKA Vol 19, No 1, 77-87.
Nurmansyah, A. (Vol. 2, No. 2 Juni 2023). Permasalahan Komunikasi Yang Kerap Terjadi Pada Penyandang Disabilitas. JPBB : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 200-210.
Octavia, L. T. (2021). Pelatihan Kerja Bagi Disabilitas Dalam Rangka Pemenuhan Hak Disabilitas Dalam Bidang Ketenagakerjaan" (Studi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY). Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Sari, R. P. (2023). Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Berbasis Kerajinan Tangan . Edu Consilium: Jurnal BK Pendidikan Islam Vol. 3, No. 1,, 101-114.
Setio, S. P. (2022). [5] Stefanus Prabani, Kolaborasi Insan Non Difabel Dengan Insan Difabel DalamProses Produksi Furnitur Dengan Teknik Bending Triplek, 23 November 2022. HKI EC00202293208, 23 November, 1.
Setio, S. P. (2023). Pelatihan Keterampilan Dengan Teknik Laminasi Triplek Di SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. LOYALITAS. Vol. 6 No. 2 November, 166-186.
Susilowati, D. (2025). Peran Guru Slb Dalam Optimalisasi Potensi Akademik Anak Tunadaksa. ADIDAYA / Vol 2 No 1, 43-49.
Widowati, L. R. (2017.). PROGRAM PELATIHAN VOKASIONAL BAGI PENYANDANG DIFABILITAS (Studi Kasus: Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong). JAKARTA: Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri.
Yemima, Y. (2023). Difabel Merajut Asa Berdaya: Pendekatan Strategis Pemberdayaan Difabel oleh Yayasan Pensil Waja Banua Kota Banjarmasin. HUMA, Jurnal Sosiologi, Vol. 2 No. 1, 165-175.
Copyright (c) 2025 Maria Widyastuti, Stefanus Prabani Setio, Monica Nia Budiarti, Maria Riski Pratiwi Renwarin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
