PENGUATAN LITERASI ANTIDOPING BAGI SISWA ATLET SKODI SURAKARTA
Abstract
Sentra Khusus Olahragawan Disabilitas Indonesia (SKODI) Surakarta merupakan tempat pembinaan dan pembibitan atlet disabilitas Indonesia. Prioritas sekolah ini adalah pelatihan untuk prestasi olahraga yang tidak meninggalkan pendidikan akademik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa selama proses pelatihan dan pembelajaran berlangsung, siswa atlet belum memperoleh materi pengetahuan antidoping secara menyeluruh. Pengetahuan tentang jenis-jenis zat yang termasuk kategori doping, efek bagi tubuh, sanksi yang diterima, dan penggunaan obat yang dikonsumsi serta cara pelaporan belum diketahui oleh siswa atlet. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi antidoping pada siswa atlet melalui metode service-learning dengan penyampaian materi edukatif yang menarik. Hasil evaluasi menunjukkan nilai statistik Z sebesar -1,960 dengan signifikansi (Sig. 2-tailed) 0,050, tepat pada ambang batas signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang hampir signifikan antara skor tes awal dan tes akhir literasi antidoping siswa atlet. Meski secara statistik nilai p-nya tepat di batas signifikansi, hal ini menunjukkan bahwa penguatan literasi antidoping cenderung memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa, meskipun peningkatannya tidak terjadi secara merata pada seluruh peserta.
References
Afandi, & et al. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat (Suwendi, A. Basir, & J. Wahyudi (eds.)). Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. http://diktis.kemenag.go.id
Ambardini, R. L., Kushartanti, B. W., Arovah, N. I., Rahayu, A., & Yuniana, R. (2021). Buku Saku Anti-Doping. CV. Mine.
Auliyannisa, S., & Putri, A. S. (2025). Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris di SMPN 05 Muara Badak Melalui Praktik Membaca. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ganesha, 5(1), 126–131. https://doi.org/https://doi.org/10.36728/ganesha.v5i1.4255
Blank, C., Weber, K., Boardley, I. D., Abel, T., Schobersberger, W., & Patterson, L. B. (2023). Doping in Paralympic sport : perceptions , responsibility and of Paralympic athletes and parasport coaches. Frontiers in Sports and Active Living, 5(July). https://doi.org/10.3389/fspor.2023.1166139
Ellyas, I. S., Kristiyanto, A., Mariyanto, M., Lelono, S., Riyadi, S., Utomo, T. A., Daryanto, D., & Wulansari, D. A. (2024). Edukasi Pengetahuan Gizi Olahraga bagi Atlet Siswa SSB Pandawa Footbal Academy Sukoharjo. Jurnal Pengabdian Olahraga Di Masyarakat, 5(2), 174–180. https://journal.upgris.ac.id/index.php/jpom/article/view/20464
Indonesia Anti-Doping Organization (IADO). (2024). Peraturan IADO 2024 (Vol. 2024).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan, (2022).
Listiani, D., Umar, F., & Riyadi, S. (2024). Athletes’ (Anti) Doping Knowledge: A Systematic Review Conocimiento (anti) dopaje de los atletas: una revisión sistemática. Retos, 56, 810–816. https://recyt.fecyt.es/index.php/retos/index
Prasetyo, E. Y., Kusumaratni, D. A., Hartini, I. S., Astutik, W., Marhenta, Y. B., & Nugroho, S. A. (2024). Edukasi Penggunaan Obat, Suplemen, Herbal Dan Bahaya Doping Pada Olahragawan. Journal of Community Enggagement and Empowerment Edukasi, 6(2), 48–55. https://wiyata.iik.ac.id/index.php/JCEE/article/view/873
Varfolomeeva, Z. S., Kozyreva, D. A., & Beresneva, M. L. (2023). Attitudes towards Doping in Adolescent Athletes. Sport Mont, 21(1), 65–69. https://doi.org/10.26773/smj.230211
Wippert, P. M., & Fließer, M. (2016). National doping prevention guidelines: Intent, efficacy and lessons learned - A 4-year evaluation. Substance Abuse: Treatment, Prevention, and Policy, 11(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s13011-016-0079-9
Copyright (c) 2026 Intan Suraya Ellyas, Slamet Riyadi, Tri Aprilijanto Utomo, Daryanto Daryanto, Agus Kristiyanto, Dasih Ayu Wulansari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
