PENERAPAN TEKNOLOGI BRANCHING SCENARIO BAGI GURU PENDAMPING KHUSUS DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS

  • Dian Ratnaningtyas Afifah Universitas PGRI Madiun
  • Dahlia Novarianing Asri Universitas PGRI Madiun
  • Andria Andria Universitas PGRI Madiun
  • Afara Dinan Sa’id Restu Aji Universitas PGRI Madiun
  • Dida Ivanidden Universitas PGRI Madiun
Keywords: branching scenario technology, special assistant teachers, learning media, students with special needs

Abstract

Sekolah dasar inklusi menerapkan pendidikan inklusif yaitu menerapkan pembelajaran yang diikuti oleh siswa normal/reguler dan siswa berkebutuhan khusus dalam satu kelas secara bersamaan. Selama ini Guru Pendamping Khusus (GPK) mengajarkan materi dengan menggunakan media pembelajaran seperti lembar kerja siswa (LKS) dan atau video yang diunduh dari kanal Youtube. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan merancang media pembelajaran branching scenario yang dapat meningkatkan perhatian dan minat siswa. Kegiatan pelatihan ini bertujuan membekali GPK dalam menerapkan teknologi branching scenario untuk merancang media pembelajaran yang interaktif bagi siswa berkebutuhan khusus. Pelatihan ini diikuti oleh 9 GPK di sekolah dasar inklusi di Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan.  Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari sebanyak 32 JP. Selama kegiatan, peserta didampingi oleh 3 instruktur di bidang teknologi digital. Pelatihan dilaksanakan melalui 3 kegiatan, yaitu sosialisasi dan pemberian materi, pelatihan dan pendampingan penerapan perancangan media pembelajaran dengan teknologi branching scenario, serta evaluasi proyek perancangan media pembelajaran. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh peserta hadir secara penuh selama 3 hari. Peserta pelatihan sangat antusias dalam merancang media pembelajaran dengan teknologi branching scenario. Sebagian besar (66,66%) GPK telah merancang media pembelajaran dengan kategori baik dan cukup baik. Pelatihan ini memiliki kelebihan yaitu mengenalkan teknologi baru bagi GPK dalam merancang media pembelajaran yang interaktif bagi siswa berkebutuhan khusus, sedangkan kelemahan dalam kegiatan ini adalah penerapan media pembelajaran dengan teknologi branching scenario  memerlukan gawai atau laptop dengan jaringan internet yang cukup kuat sehingga perlu adanya sarana dan prasarana pendukungnya.

References

Amala, A. K., & Kaltsum, H. U. (2021). Peran Guru sebagai Pelaksana Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Menanamkan Kedisiplinan bagi Peserta Didik di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 3652–3658.

Argueta-Muñoz, F. D., Olvera-Cort’es, H. E., Dur’an-C’ardenas, C., Hern’andez-Guti’errez, L., & Gutierrez-Barreto, S. E. (2023). Instructional Design and Its Usability for Branching Model as an Educational Strategy. Cureus, 15(5). https://doi.org/10.7759/cureus.39182

Asri, D. N., Cahyono, B. E. H., & Trisnani, R. P. (2021a). Developing Individualized Education Program (IEP) Development of Early Reading for Special Need Students in Inclusive Primary Schools in Magetan Regency. 4th International Conference on Education and Social Science Research (ICESRE), 2022.

Asri, D. N., Cahyono, B. E. H., & Trisnani, R. P. (2021b). Early Reading Learning for Special Needs Students: Challenges on Inclusive Primary School During Covid-19 Pandemic. Linguistics and Culture Review, 5(S1), 1062–1074. https://doi.org/10.37028/lingcure.v5nS1.1489

Asri, D. N., Cahyono, B. E. H., & Trisnani, R. P. (2023). The Implementation of the Group Counseling Model with Contemporary Wayang Media in Vocabulary Learning for Slow Learner Students. Journal for ReAttach Therapy and Developmental Diversities, 6(10s2), 956–967.

Berstein, E., McMeanmin, S. A., & Johanek, M. C. (2016). Authentic Online Branching Simulations: Promoting Discourse around Problems of Practice. In P. Dickenson & J. J. Jaurez (Eds.), Increasing Productivity and Efficiency in Online Teaching (pp. 244–263). IGI Global.

Budiyanto. (2009). Modul Pelatihan Pendidikan Inklusif. Kementrian Pendidikan Nasional.

Dapudong, R. C. (2014). Teachers’ knowledge and attitude towards inclusive education: basis for an enhanced professional development program. International Journal of Learning & Development, 4, 1–24. https://doi.org/10.5296/ijld.v4i4.6116

Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Suplemen Penyelenggara Pendidikan Inklusif. Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dewi, W. K., & Arnawa, I. P. G. B. (2023). Peranan Guru Kelas dalam Pembelajaran Inklusif pada Anak Berkebutuhan Khusus. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(4), 581–594.

Edward, E., & Parsons, R. (2023). Using digital branching scenario technology in midwifery education. European Journal of Midwifery, 7th EMA Education Conference, Athens-Greece.

Galevska, N. A., & Pesic, M. I. (2018). Assesing Children with Special Educational Needs in the Inclusive Classrooms. Lodging the Theory in Social Practice, 89–100. https://www.researchgate.net/publication/328875846

Hornby, G. (2015). Inclusive special education: development of a new theory for the education of children with special educational needs and disabilities. British Journal of Special Education, 42(3), 234–256.

Rahim, A. (2016). Pendidikan Inklusi Sebagai Strategi dalam Mewujudkan Pendidikan untuk Semua. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 3(1), 68–71.

Terpstra, J. E., & Tamura, R. (2008). Effective social interaction strategies for inclusive settings. Early Childhood Education Journal, 35(5), 405–411. https://doi.org/10.1007/s10643-007-0225-0

Tyagita, B. P. A., & Iriani, A. (2018). Strategi Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru untuk Meningkatkan Mutu Sekolah. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 5(2), 165–176. https://doi.org/10.24246/j.jk.2018.v5.i2.p165-176

Zara’, R. H., & Jatiningsih, O. (2021). Praktik Pendidikan Karakter Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SD Muhammadiyah Kota Madiun. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 10(3), 713–727.

Published
2026-01-02
Section
Articles