PENGUATAN KESADARAN KEBERAGAMAN DAN AJAKAN SALING MERANGKUL DALAM MELAWAN BULLYING DI SEKOLAH
Abstract
Bullying masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan Indonesia, dengan kasus yang merata terjadi di berbagai jenjang sekolah, termasuk di tingkat dasar dan menengah pertama. Fenomena ini mencakup berbagai bentuk, seperti bullying verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying, yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang seperti depresi, rendahnya kepercayaan diri, dan bahkan putus sekolah. Menanggapi permasalahan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMP Ta’mirul Islam Surakarta bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakebangpol) Kota Surakarta dan Masyrakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Soloraya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya keberagaman dan menumbuhkan sikap inklusif guna mencegah dan melawan bullying di lingkungan sekolah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, digunakan berbagai pendekatan edukatif seperti penyampaian materi, pemutaran film edukatif #GerakBersama – Ini Gak Lucu, diskusi interaktif, serta deklarasi bersama “sekolah ramah dan bebas bullyingâ€. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pemahaman kognitif, tetapi juga membangkitkan empati serta refleksi emosional siswa terhadap isu bullying. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Deklarasi bersama menjadi simbol komitmen bersama antar siswa, guru, dan pihak sekolah. Ke depan, kegiatan ini berpotensi direplikasi di sekolah lain melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan orang tua demi menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak dan berkarakter kebangsaan.
References
Akmal, F. (2024). 45 Persen Remaja di Indonesia Jadi Korban Cyberbullying, Ini Contoh Kasus Yang Terjadi. Radarsolo.Jawapos.Com. https://radarsolo.jawapos.com/pendidikan/844678168/45-persen-remaja-di-indonesia-jadi-korban-cyberbullying-ini-contoh-kasus-yang-terjadi
Amani, F., Bunyamin, A., Syahrul, M., Mustamin, & Wahab, A. (2025). Strategi Guru BK Dalam Menangani Pelaku dan Korban Bullying SMPN 1 Kolaka Utara. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 249–263. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28459981/%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.resenv.2025.100208%0Ahttp://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://ww
Bram, D. (2024a). Cegah Kasus Bullying, 709 di Solo Bentuk TPPK. Radarsolo.Jawapos.Com. https://radarsolo.jawapos.com/pendidikan/844034096/cegah-kasus-bullying-709-sekolah-di-solo-bentuk-tppk
Bram, D. (2024b). Jenjang SMP Paling Rawan Menerima Perudungan. Radarsolo.Jawapos.Com. https://radarsolo.jawapos.com/pendidikan/843847709/jenjang-smp-paling-rawan-menerima-perundungan?utm_source=chatgpt.com
Cholifah, N., Nuzula, N. F., Zahra, N., & Perdani, G. L. (2024). Strategi Untuk Menangani dan Mencegah Cyberbullying di Media Sosial: Studi Literatur. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 7(3), 1369–1375. https://doi.org/10.20961/shes.v7i3.91979
Fauzia, T. F., & Rahmiaji, L. R. (2019). Memahami Pengalaman Body Shaming Pada Remaja Perempuan. Interaksi Online, 7(3), 238–248. https://www.semanticscholar.org/paper/MEMAHAMI-PENGALAMAN-BODY-SHAMING-PADA-REMAJA-Fauzia-Rahmiaji/16038be19d4f29691d2b1711c441545987803c36
Hermawan, R., Istikhori, Cacang, Komarudin, E., & Alfauzi, H. K. (2025). Dinamika Bullying di Lingkungan Pesantren Perspektif Psikososial dan Pendidikan Islam yang Holistik. Reflection?: Islamic Education Journal, 2(3), 272–286. https://doi.org/10.61132/reflection.v2i3.1193
tribratanewssura. (2025). Sosialisasikan Stop Bullying, Bhabinkamtibmas Sondakan: Wujudkan Sekolah Ramah Anak. Tibatanews.Surakarta.Jateng.Polri.Go.Id. https://tribratanews.surakarta.jateng.polri.go.id/sosialisasikan-stop-bullying-bhabinkamtibmas-sondakan-wujudkan-sekolah-ramah-anak/?utm_source=chatgpt.com
Copyright (c) 2026 Hasbullah Azis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
