PKM Bagi Guru dalam Mengimplementasikan Deep Learning pada Penguatan Literasi Anak Usia Dini di Kota Makassar
Abstract
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam mengimplementasikan literasi bermakna melalui pendekatan Meaningful Learning. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman guru terhadap konsep literasi bermakna, terbatasnya pemanfaatan media kontekstual, serta belum optimalnya penggunaan penilaian autentik dalam praktik pembelajaran di PAUD. Kondisi ini berdampak pada kurangnya pengembangan keterampilan literasi anak secara komprehensif sesuai tahap perkembangannya. Metode pelaksanaan program dilakukan secara sistematis, dimulai dari sosialisasi untuk memperkenalkan konsep literasi bermakna, dilanjutkan dengan pelatihan intensif kepada guru. Tahap berikutnya adalah penerapan hasil pelatihan dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang kemudian didampingi melalui supervisi dan refleksi bersama. Selain itu, dibentuk komunitas praktik yang berfungsi sebagai wadah berbagi pengalaman, diskusi, dan penguatan kapasitas berkelanjutan bagi guru PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman guru, terbukti dari capaian rata-rata lebih dari 75% pada hasil pre–post test. Selain itu, guru mampu menyusun RPP berbasis literasi bermakna, mengembangkan media literasi kontekstual dengan memanfaatkan budaya lokal, serta menggunakan instrumen penilaian autentik dalam menilai perkembangan anak. Secara lebih luas, program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan dosen dalam pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
References
Cohen, J. D. (2020). Deep learning in early childhood education: Potential and challenges. AI in Education Review, 5(1), 45–62.
Marquez, J. J., & Smart, K. L. (2021). AI-powered tools and their role in early childhood engagement. Computers & Education, 173, 104282. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2021.104282
Papadakis, S., Kalogiannakis, M., & Zaranis, N. (2022). Developing teachers’ digital skills for the use of educational robotics in early childhood classrooms. Education and Information Technologies, 27, 985–1004. https://doi.org/10.1007/s10639-021-10671-2
Suggate, S., & Stoeger, H. (2020). Can digital technologies support literacy development in young children? Learning and Individual Differences, 81, 101911. https://doi.org/10.1016/j.lindif.2020.101911
Sun, D., & Looi, C.-K. (2023). Designing AI-based systems for meaningful learning in early childhood. Journal of Educational Technology & Society, 26(2), 40–52.
Zawacki-Richter, O., Marín, V. I., Bond, M., & Gouverneur, F. (2022). Systematic review on the use of AI in education: Teacher perspectives. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 19(1), 5. https://doi.org/10.1186/s41239-021-00268-x
Copyright (c) 2026 Syamsuardi Syamsuardi, Fadhilah Afifah, Rika Kurnia R, Hajerah Hajerah, Nur Alim Amri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
