LITERASI DAN KETRAMPILAN MEMBACA KRITIS: STRATEGI ADAPTIF UNTUK SISWA SMK ROUDLOTOTUL MUSLIMIN NGANJUK
Abstract
Literasi dan keterampilan membaca kritis merupakan aspek dasar yang menentukan kemampuan berpikir dan kesiapan siswa SMK dalam menghadapi tantangan informasi di era digital. Berdasarkan hasil asesmen di SMK Roudlototul Muslimin Nganjuk menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam menginterpretasi teks secara mendalam, meliputi kemampuan mengidentifikasi topik, menyimpulkan informasi, dan mengevaluasi argumen. Kondisi tersebut berpotensi menghambat kesiapan siswa-siswi untuk memasuki dunia kerja yang menuntut ketelitian serta pemahaman informasi yang cepat dan akurat. Strategi pembelajaran adaptif berbasis penguatan literasi dan membaca kritis diterapkan melalui kegiatan close reading, diskusi reflektif, serta penilaian berbasis proyek sebagai upaya meningkatkan kemampuan analitis siswa. Implementasi strategi ini menekankan pembelajaran kolaboratif dan lingkungan kelas yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik sehingga mendorong peningkatan pemahaman teks, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri dalam proses belajar. Pelaksanaan program menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dalam membaca mendalam, keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta kemampuan mengolah informasi secara analitis. Lingkungan belajar yang kolaboratif dan responsif terhadap kebutuhan siswa berkontribusi nyata dalam memperkuat kepercayaan diri dan kompetensi mereka dalam memahami teks. Program ini menjadi langkah strategis untuk mendukung kesiapan akademik dan vokasional siswa sesuai tuntutan perkembangan informasi saat ini.
References
Efendy, I., Ernawati, E., & Yuliawati, S. (2025). Pengaruh membaca kritis, literasi media, dan pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA di Bekasi. Jurnal Education and Development, 13(1), 611-617.
Harahap, J. C., Siagian, B. A., & Manurung, R. (2024). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Literasi Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kritis Siswa-siswi Kelas VII SMP. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 6(2), 431-439.
Hidayati, N., & Nugrahani, F. (2024). Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis dan Minat Baca Terhadap Kemampuan Literasi Digital. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(3), 3201-3212.
Husaeni, A. S., Hidayat, R., & Khadijah, I. (2023). Peran Literasi Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V MI. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(11), 8913-8918.
Nurhadi. (2010). Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Prawira, G. S., Mulyati, Y., & Damaianti, V. S. (2019). Peranan Membaca Kritis Terhadap Perkembangan Literasi Informasi Pada Teks Propaganda. In Seminar Internasional Riksa Bahasa.
Saputra, E. E., Hatima, Y., Kasmawati, K., Parisu, C. Z. L., & Ahmad, A. (2025). Hubungan Antara Kemampuan Membaca Kritis dan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1), 476-483.
Suherman, A., & Lestari, M. (2023). Strategi pembelajaran membaca kritis berbasis teks narasi. Jurnal Bahasa dan Sastra Anak, 6(2), 88–99. Suherman, H., & Lestari, N. (2023). Literasi kritis sebagai penguat karakter dan kompetensi abad 21. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 75–88.
Sugiyono, dkk. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta.
Yunaika, W. (2025). Peran Literasi Digital terhadap Kemampuan Membaca Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Kajian Literature Review). Hikamatzu| Journal of Multidisciplinary, 2(2).
Copyright (c) 2026 Talitha Afifah, Ingghar Ghupti Nadia Kusmiaji, Aris Fatunnisa, Agustina Likabella Putri, Bunga Dwi Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
