EDUKASI LITERASI FINANSIAL DIGITAL DAN BAHASA KOMUNIKASI PUBLIK BAGI PKK DAN KARANG TARUNA KELURAHAN WONODRI KOTA SEMARANG

  • Dyah Nugrahani Universitas PGRI Semarang
  • Listyaning Sumardiyani Universitas PGRI Semarang
  • Intan Indiati Universitas PGRI Semarang
  • Rina Dwi Setyawati Rina Universitas PGRI Semarang
  • Ernawati Saptaningrum Universitas PGRI Semarang
  • Heni Purwati Universitas PGRI Semarang
Keywords: Digital Financial Literacy, Public Communication, Social Media, PKK and Karang Taruna, and Financial Numeracy

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang keuangan dan komunikasi. Kemudahan akses informasi dan layanan digital membuka peluang pemberdayaan, namun juga menghadirkan tantangan serius. Topik ini dipilih karena maraknya kasus pinjaman online ilegal, judi daring, serta rendahnya kesadaran pengelolaan keuangan keluarga. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan literasi finansial digital yang terarah, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat (OECD, 2020). Keterampilan komunikasi publik efektif sangat dibutuhkan agar kader PKK dan Karang Taruna mampu menyampaikan pesan literasi finansial dengan bahasa yang jelas, persuasif, dan sesuai dengan karakter audiens.  Peserta pada pengabdian ini adalah kader PKK dan Karang Taruna dari kelurahan Wonodri sejumlah 30 orang. Pelatihan ini secara interaktif yang mengintegrasikan teori, praktik langsung, serta simulasi kasus. Dengan pendekatan partisipatif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan aplikatif yang dapat segera diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam peran mereka sebagai agen edukasi masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta menilai aspek penyelenggaraan berada pada kategori baik, dan secara keseluruhan mendukung tingkat kepuasan yang sangat memuaskan terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil tersebut menegaskan bahwa literasi finansial digital dan bahasa komunikasi public merupakan kompetensi literasi sebagai tambahan pengetahuan untuk menanggulangi permasalahan terkait dengan pinjaman online ilegal, judi daring, serta rendahnya kesadaran pengelolaan keuangan keluarga.

References

Anartia, D., Amaretha, R., & Meltareza, A. (2022). Digital literacy for community resilience: Case study in Indonesian urban society. Indonesian Journal of Communication Studies, 15(2), 101–115. https://doi.org/10.7454/ijcs.v15i2.347

Astuti, W., Purwiyanta, H., Ediningsih, D., & Tugiyo. (2025). Strengthening numeracy and financial literacy through mathematics education. International Journal of Education Research, 19(1), 77–92. https://doi.org/10.11591/ijere.v19i1.25987

Gal, I., & Tout, D. (2014). Comparison of PIAAC and PISA frameworks for numeracy and mathematical literacy. OECD Education Working Papers, No. 102. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/5jz3wl63cs6f-en

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2020). Rethinking the relationship between social media and customer engagement. Business Horizons, 63(1), 37–50. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2019.09.003

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo). (2021). Literasi digital untuk masyarakat Indonesia. Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo. https://literasidigital.id

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). (2020). Pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas PKK dalam pengelolaan keuangan keluarga. Kementerian PPPA.

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5

Mahadewa, G. (2022). Tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Mahadewa Journal of Economics and Finance, 5(2), 112–125. https://doi.org/10.31940/mjef.v5i2.445

Nisa, K., & Pramudibyanto, H. (2022). Literasi digital masyarakat desa melalui pemberdayaan Karang Taruna. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 145–153. https://doi.org/10.30653/002.202272.156

OECD. (2020). OECD/INFE 2020 International survey of adult financial literacy. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/48ebd1ba-en

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2022). Strategi nasional literasi keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025. Otoritas Jasa Keuangan. https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Strategi-Nasional-Literasi-Keuangan-Indonesia-(Revisit-2021-2025).aspx

Putri, R. D., & Sari, M. (2021). Penguatan literasi finansial keluarga melalui program PKK. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 77–88. https://doi.org/10.21831/jppm.v8i1.37156

Saefullah, A. (2024). Dampak sosial pinjaman online ilegal terhadap keluarga di Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 18(1), 33–47. https://doi.org/10.24002/jsh.v18i1.5678

Setyawan, R., & Suhendi, A. (2025). Community empowerment through digital financial literacy training: Evidence from Semarang. Journal of Community Service and Education, 6(1), 55–70. https://doi.org/10.25077/jcse.v6i1.1123

Sulistyowati, E., Sucahyati, D., Suryaningrum, D. H., Abdillah, M. N. R., Sofiyulloh, M., Amar, M. K., & Damayanti, S. (2024). Edukasi Literasi Finansial untuk Pengelolaan Keuangan Keluarga: Pelatihan Aplikasi Cash Book untuk Perempuan Generasi Y. Jurnal ETAM, 4(3), 26-39.

Tempo.co. (2024, November 12). OJK sebut 60 persen masyarakat gunakan pinjol, investasi digital baru 40 persen. https://bisnis.tempo.co/read/ojk-60-pinjol-investasi-40

UNDP Indonesia & Biji-biji Initiative. (2025). Building financial resilience through community-based digital literacy programs. UNDP.

https://www.undp.org/indonesia/publications/building-financial-resilience

Welay, J., & Lambiyombar, Y. (2023). Household financial literacy training for PKK members in Maluku. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 98–110. https://doi.org/10.47268/jpm.v7i2.567

Published
2026-01-06
Section
Articles