PEMBERDAYAAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMA THERAPY DARI MINYAK JELANTAH
Abstract
Program pelatihan pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah dilaksanakan sebagai upaya pemanfaatan limbah rumah tangga sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam meningkatkan keterampilan wirausaha. Permasalahan utama mitra pengabdian adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembuangan minyak jelantah ke lingkungan serta terbatasnya pengetahuan tentang pengolahan limbah tersebut menjadi produk bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi mengenai dampak negatif minyak jelantah, pelatihan teknis pembuatan lilin aroma terapi berbahan dasar minyak jelantah, serta pendampingan dalam strategi pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah dan terampil mempraktikkan proses pembuatan lilin aroma terapi dengan variasi aroma yang diminati pasar. Selain itu, masyarakat juga memperoleh wawasan mengenai peluang usaha kreatif berbasis lingkungan. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan kesadaran ekologis sekaligus memberikan alternatif sumber pendapatan.
References
Aisyah, L. S., Yun, Y. F., Widianingsih, S., & Nurhabibah, N. (2020). Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dalam pemanfaatan limbah minyak jelantah. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 1(2), 98-103.
Bakhri, S., Padhila, N. I., & Mansyu, V. F. (2023). Transformasi Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi.
Busalim, F. (2023). Pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah di Pesantren Quran Wanita Al Hikmah Bogor. Jurnal JANATA, 3(1), 30-36.
Delta. (2021). Pemanfaatan minyak jelantah (waste cooking oil) dalam pembuatan lilin aroma terapi. Jurnal Kesehatan Luwu Raya, 7(2), 37-42.
Inayati, N. I., & Dhanti, K. R. (2021). Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi sebagai alternatif tambahan penghasilan pada anggota Aisyiyah Desa Kebanggan Kec Sumbang. Budimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 160-166.
Kenarni, N. R. (2022). Pemanfaatan minyak jelantah dalam pembuatan lilin aromaterapi. Jurnal Bina Desa, 4(3), 343-349.
Melviani, M., Nastiti, K., & Noval, N. (2021). Pembuatan lilin aromaterapi untuk meningkatkan kreativitas komunitas pecinta alam di Kabupaten Batola. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 300-306.
Mengstie, B. (2022). Impact of microfinance on women’s economic empowerment. Journal of Innovation and Entrepreneurship, 11(1), 55.
Munadi, R., & Zoraida, M. N. (2023). The Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Limbah Minyak Jelantah Sebagai Upaya Peduli Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Majelis Taklim Nurul Iman Lanraki. Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage, 4(02), 35-46.
Nasution, N. E., Lubis, I. A. H., Tumanggor, N. C., & Tanjung, K. (2024). Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi Sebagai Salah Satu Ide Usaha Di Desa Tanah Seribu Binjai. PRAXIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 138-144.
Pancarani, L., Amanati, W., & J. S. (2020). Formulasi dan evaluasi sediaan ginger scented candle sebagai aroma penghangat tubuh. Politeknik Harapan Bersama Tegal, 7(1).
Sundava, A. M., Nugrahaeni, Y. I., Khotifah, S. V., & Ganefati, S. P. (2024). Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi pengusir lalat di Dusun Pending. JGEN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
Susilowati, E., Luthfiyani, F., Murjono, H. H., Cahyaningtyas, S., Gusnadi, A. S., Rohmansyah, K., Widyawati, E., Hidayah, L., Salim, N. S., & Purnomo, D. E. (2024). Pemanfaatan minyak jelantah dalam pembuatan lilin aromaterapi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inspirasi, 1(3), 334–342.
Utami, G. A., & Tjandrawibawa, P. (2020). Peran aroma terapi melalui media lilin sebagai sarana untuk mengurangi stres pada generasi milenial. Seminar Nasional Evensi 2020: Industri Kreatif.
Copyright (c) 2026 Adyatmacita, Syifa Nurrahman, Wati Nilamsari, Nur’aini Puji Astuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
