OPTIMALISASI LAHAN KERING DI KAWASAN KARST MELALUI TEKNOLOGI IRIGASI TETES BERBASIS IOT
Abstract
Botolempangan Village, located in the karst region of Maros Regency, consists largely of dry and marginal lands that are less suitable for conventional farming. To address this challenge, a community empowerment program was implemented through the application of Smart Farming technology, particularly the Auto Drip Irrigation (ADI) system based on the Internet of Things (IoT). The program involved activities such as socialization, training, installation of technology, and farmer assistance in utilizing water-efficient irrigation systems. The results show that the ADI system significantly improves water use efficiency and enhances the productivity of dry lands. Moreover, the program successfully increased farmers’ skills in digital land management and had a positive socio-economic impact on the community of Botolempangan Village.
References
Ahmed, A., Li, Y., & Khan, M. A. (2023). Smart irrigation systems using IoT for water conservation in arid regions. Journal of Agricultural Technology, 18(2), 112-126.
Rajaseger, A., Permana, D., & Nasution, F. (2023). Teknologi Tepat Guna dalam Pengembangan Lahan Kering di Wilayah Karst. Jurnal Inovasi Pertanian, 9(1), 45-53.
Zhao, H., Wang, L., & Chen, X. (2023). Data-driven irrigation scheduling based on IoT and machine learning in precision agriculture. Computers and Electronics in Agriculture, 207, 107786.
Zhang, Y., Kumar, A., & Liu, J. (2022). Smart Farming: IoT-Based Solutions and Applications in Agriculture. Sustainable Agriculture Reviews, 51, 89–110.
Copyright (c) 2026 Nildayanti Nildayanti, Henny Poerwanti, Reni Fatmasari Syafruddin, Muh Kadir, Muh Dzulkifli Ashan, Restu Awaliah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
