PELATIHAN MARTUMBA UNTUK ANAK USIA DINI
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter anak usia dini melalui pelatihan Martumba, tarian tradisional Batak Toba, di PAUD-KB Yobel HKBP Banuarea, Tarutung. Di tengah tantangan globalisasi, pelestarian budaya lokal menjadi sarana penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakar pada nilai-nilai luhur. Tujuan kegiatan ini adalah menginternalisasi nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan cinta budaya melalui gerakan Martumba yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Mitra kegiatan, PAUD-KB Yobel, menunjukkan komitmen tinggi terhadap pembelajaran berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif, meliputi observasi awal, pelatihan gerakan, penyisipan nilai karakter dalam pembelajaran, serta evaluasi melalui pertunjukan mini dan angket guru. Sebanyak 21 anak dan 2 guru pendamping terlibat aktif dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengekspresikan nilai karakter dengan antusias melalui gerakan Martumba. Guru menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan menginspirasi pembelajaran tematik berbasis budaya. Kegiatan ini berhasil menggabungkan pelestarian seni tradisional dengan penguatan karakter anak, serta mempererat sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas.
Referensi
Aritonang, F., Prayitno, I. S. P., & Gulo, Y. (2020). Permaianan Tradisonal Budaya Martumba Sebagai Media Pendidikan Karakter Bagi Anak di Batak Toba. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 6(1), 52. https://doi.org/10.24114/antro.v6i1.16634
Editor, T. (2024, December 12). Martumba: Kekayaan Tradisi Seni Batak Toba yang Penuh MaknaNo Title. Tobaria. https://tobaria.com/martumba-kekayaan-tradisi-seni-batak-toba-yang-penuh-makna/
Gusteti, M. U., Wulandari, S., Rahmalina, W., Putri, M., & Putri, E. K. (2023). Development of Electronic Handouts Using Numerical Literacy-Based Mathemagics Methods for Learning in the Digital Era. Jurnal Eksakta Pendidikan (Jep), 7(1), 115–125. https://doi.org/10.24036/jep/vol7-iss1/709
Simanjuntak, H., Purba, N., Roi, J., Purba, T., Doclas, I., Silitonga, B., Lumbantoruan, G., & Napitupulu, E. S. (2026). Pelatihan Martumba Sebagai Upaya. 6(1), 40–45.
Hokker. (2023). Tari Tradisional Martumba (Suku Batak Toba). Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. https://budaya-indonesia.org/tari-tradisional-martumba-suku-batak-toba
Hutajulu, D. (2025, June 14). Martumba, Warisan Batak yang Mulai Terlupakan. Askara Media Sahabat Muda Indonesia. https://www.askara.co/read/2025/06/14/56985/martumba-warisan-batak-yang-mulai-terlupakan
Larasati, C. D. (2018). Pengembangan Perangkat Pembelajaran. 3(32).
Redaksi. (2025, June 23). Pengabdian kepada Masyarakat; Literasi Berbasis Budaya Lokal dan Agama. PostMetro Padang. https://posmetropadang.co.id/metro-sumbar/379665/pengabdian-kepada-masyarakat-literasi-berbasis-budaya-lokal-dan-agama/
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
