PEMBERDAYAAN GURU DAN ORANG TUA MELALUI PSIKOEDUKASI RESPONSIF BUDAYA UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL ANAK DI KELAS INKLUSIF
Abstrak
Pendidikan inklusif menuntut kesiapan sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan akademik sekaligus kesehatan mental anak. Namun, keterbatasan pemahaman guru dan orang tua mengenai kesehatan mental anak serta kurangnya pendekatan yang sensitif terhadap konteks budaya sering menjadi kendala dalam praktik pendidikan inklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru dan orang tua melalui psikoedukasi responsif budaya guna mendukung kesehatan mental anak di kelas inklusif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan yang melibatkan guru dan orang tua sebagai subjek aktif dalam asesmen kebutuhan, pelaksanaan psikoedukasi, refleksi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran guru serta orang tua mengenai pentingnya kesehatan mental anak, serta meningkatnya kesiapan mereka dalam menciptakan lingkungan belajar dan pengasuhan yang lebih inklusif dan suportif. Psikoedukasi responsif budaya membantu peserta memahami isu kesehatan mental anak secara kontekstual dan aplikatif sesuai dengan nilai dan praktik kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kolaborasi sekolah dan keluarga serta pengembangan praktik pendidikan inklusif yang berorientasi pada kesejahteraan mental anak
Referensi
Donker, T., Griffiths, K. M., Cuijpers, P., & Christensen, H. (2020). Psychoeducation for depression, anxiety and psychological distress: A meta-analysis. BMC Medicine, 18(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s12916-020-01598-9
Epstein, J. L. (2018). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). Boulder, CO: Westview Press.
Florian, L., & Beaton, M. (2018). Inclusive pedagogy in action: Getting it right for every child. International Journal of Inclusive Education, 22(8), 870–884. https://doi.org/10.1080/13603116.2017.1412513
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). New York, NY: Teachers College Press.
Loades, M. E., Chatburn, E., Higson-Sweeney, N., Reynolds, S., Shafran, R., Brigden, A., Crawley, E. (2020). Rapid systematic review: The impact of social isolation and loneliness on the mental health of children and adolescents. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 59(11), 1218–1239. https://doi.org/10.1016/j.jaac.2020.05.009
OECD. (2021). Students’ well-being: What it is and how it can be measured. Paris: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264439472-en
Sheridan, S. M., Kim, E. M., Coutts, M. J., Sjuts, T. M., Holmes, S. R., Ransom, K. A., & Garbacz, S. A. (2019). A randomized trial examining the effects of parent engagement on early language and literacy: The Getting Ready intervention. Journal of School Psychology, 75, 38–54. https://doi.org/10.1016/j.jsp.2019.07.002
Sleeter, C. E. (2020). Multicultural education past, present, and future: Struggles for dialog and power-sharing. International Journal of Multicultural Education, 22(1), 1–20. https://doi.org/10.18251/ijme.v22i1.1939
UNESCO. (2020). Global education monitoring report 2020: Inclusion and education – All means all. Paris: UNESCO.
World Health Organization. (2022). Guidelines on mental health promotive and preventive interventions for adolescents. Geneva: WHO.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Penulis yang ingin memasukkan naskah untuk diterbitkan pada jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyetujui poin-poin di bawah ini.
- Manuskrip yang diserahkan belum diterbitkan sebelumnya baik secara online maupun cetak.
- Manuskrip yang dikirimkan harus mengandung novelty yang baik. Minimal kebaruan referensi adalah 80% dari total referensi yang digunakan.
- Topik manuskrip harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Penulisan manuskrip telah disesuaikan dengan panduan penulisan yang ditentukan oleh Jurnal GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
- Abstrak dan kata kunci disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam pengisian metadata penyerahan manuskrip.
- Referensi yang digunakan 75% harus berasal dari sumber primer (jurnal) dan 25% sumber sekunder (buku, majalah, koran, website, dll).
